LEBAK, BANTENEKSPRES.CO.ID – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten Kelompok 17 meresmikan alat insinerator sebagai solusi pengelolaan sampah rumah tangga di Kampung Cigintung, Desa Kadudamas, Kamis 30 Juli 2026.
Peresmian yang dirangkai dengan uji coba alat tersebut dihadiri Kepala Desa Kadudamas Atang, Ketua RT, Ketua RW, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 10.30 WIB.
Ketua Kelompok 17 KKN bersama Kepala Desa, Ketua RT, Ketua RW, dan Ibu RW membuka kegiatan secara simbolis. Warga tampak antusias menyaksikan peluncuran sekaligus cara kerja alat insinerator tersebut.
Insinerator dibuat sebagai alternatif untuk mengurangi penumpukan sampah rumah tangga yang selama ini menjadi persoalan di lingkungan Kampung Cigintung. Dengan sistem pembakaran yang terkontrol, alat ini diharapkan mampu membantu masyarakat mengelola sampah secara lebih efektif sekaligus mengurangi pencemaran akibat pembuangan sampah sembarangan.
Kepala Desa Kadudamas, Atang, berharap fasilitas yang diberikan mahasiswa KKN dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.
“Semoga insinerator dan tong sampah yang dibuat oleh mahasiswa KKN Kelompok 17 dapat bermanfaat bagi warga sekitar. Kami berharap masyarakat dapat menggunakannya secara bijak serta mengelola inovasi ini dengan baik agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ijah, istri Kepala Desa Kadudamas. Menurutnya, keberadaan insinerator menjadi langkah positif dalam membantu mengatasi persoalan sampah di lingkungan warga.
Mahasiswa KKN Kelompok 17 berharap insinerator tersebut dapat dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan secara berkelanjutan sehingga mampu mendukung terciptanya lingkungan Kampung Cigintung yang lebih bersih, sehat, dan nyaman. (*)











