PAKUHAJI,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kecamatan Pakuhaji terus menggalakkan gerakan peduli lingkungan dengan mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan agar tetap bersih, sehat, nyaman, dan asri. Ajakan tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan yang berkualitas sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan sejak dari lingkungan sekitar.
Melalui berbagai kegiatan kebersihan yang melibatkan pemerintah, aparatur desa, serta masyarakat, Kecamatan Pakuhaji ingin menumbuhkan budaya hidup bersih yang dilakukan secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat.
Camat Pakuhaji M. Supriyatna mengatakan, bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tugas pemerintah semata, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, lingkungan yang bersih akan memberikan dampak positif bagi kesehatan, kenyamanan, hingga kualitas hidup masyarakat.
“Menjaga kebersihan lingkungan harus dimulai dari kesadaran masing-masing. Jangan menunggu lingkungan kotor baru bergerak membersihkannya. Jika setiap warga memiliki kepedulian untuk menjaga kebersihan di sekitar rumahnya, maka lingkungan yang sehat akan tercipta dengan sendirinya,” ujar Supriyatna kepada Bantenekspres.co.id, Rabu 15 Juli 2026.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kecamatan Pakuhaji dalam membangun budaya hidup bersih sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan.
“Kami ingin membangun kesadaran bahwa lingkungan adalah aset bersama yang harus dijaga. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, kami mengajak seluruh warga untuk menjadikan kebersihan sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Menurutnya, persoalan sampah masih menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi bersama. Sampah yang dibuang sembarangan berpotensi menyumbat saluran air dan memicu terjadinya banjir, terutama saat musim hujan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai, saluran drainase, maupun sembarang tempat. Kebiasaan kecil seperti membuang sampah pada tempatnya akan memberikan dampak besar terhadap kebersihan lingkungan dan mencegah berbagai bencana yang disebabkan oleh penumpukan sampah,” jelasnya.
Selain menjaga kebersihan, lanjut Supriyatna, kegiatan gotong royong juga menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga. Melalui kebersamaan, masyarakat dapat saling bekerja sama dalam menciptakan lingkungan yang sehat sekaligus memperkuat rasa kepedulian sosial.
“Gotong royong adalah budaya yang harus terus kita hidupkan. Ketika masyarakat turun bersama membersihkan lingkungan, bukan hanya sampah yang hilang, tetapi juga tumbuh rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggalnya. Inilah modal utama untuk membangun wilayah yang bersih dan nyaman,” ungkapnya.
Ia berharap, gerakan menjaga kebersihan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi budaya yang terus diterapkan oleh masyarakat setiap hari.
“Saya berharap semangat menjaga lingkungan ini terus tumbuh. Jangan hanya saat ada kegiatan bersama, tetapi jadikan kebersihan sebagai gaya hidup. Lingkungan yang bersih akan menciptakan masyarakat yang sehat, mengurangi risiko penyakit, memperindah kawasan, serta memberikan kenyamanan bagi seluruh warga,” tuturnya.
Supriyatna juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari RT, RW, tokoh masyarakat, pemuda, hingga pelajar untuk bersama-sama menjadi pelopor kebersihan lingkungan.
“Jika kita bergerak bersama, tidak ada pekerjaan yang berat. Mari kita jadikan Kecamatan Pakuhaji sebagai wilayah yang bersih, sehat, hijau, dan nyaman untuk dihuni. Kepedulian terhadap lingkungan adalah investasi bagi masa depan anak-anak kita,” tutupnya. (*)










