TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Penerapan kegiatan kokurikuler di satuan pendidikan kerap kali masih belum dipahami sepenuhnya oleh sekolah.
Pemerhati pendidikan dasar, Mulyono Sobar menegaskan, pentingnya sekolah membedakan antara kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler agar tidak terjadi salah implementasi dalam proses pembelajaran.
Mulyono menjelaskan, dalam struktur kurikulum, kokurikuler bertujuan untuk memperkuat pendalaman materi dan karakter siswa. Sebagai contoh, dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia yang memiliki alokasi waktu 4 jam, 3 jam digunakan untuk belajar di kelas, sementara 1 jam sisanya dialokasikan untuk kegiatan kokurikuler.
“Kokurikuler itu untuk memperkuat pendalaman, terutama karakter anak,” ujar Mulyono saat dihubungi, Minggu 12 Juni 2026.
Menurut dia, masih banyak pihak sekolah yang menganggap kokurikuler sebagai kegiatan yang terpisah dari struktur kurikulum. Ia mencontohkan, kegiatan seperti program Tangerang mengaji, senam, atau pembiasaan karakter lainnya sebenarnya termasuk dalam kokurikuler.
“Maka yang terjadi, perlu ada penjelasan ulang agar jangan salah implementasi. Sejauh ini, sekolah merasa itu terpisah, padahal sudah masuk dalam struktur kurikulum,” ujarnya.
Ia menekankan, prinsip pendidikan yang di usung mencakup empat pilar diantaranya, pusat pengembangan logika (melalui mata pelajaran), pusat pengembangan etika/adab, estetika (seni), dan kinestetika (olahraga).
Ia juga meluruskan perbedaan mendasar antara kokurikuler dan ekstrakurikuler. Jika kokurikuler menyatu dengan intra-kurikulum dan lebih fokus pada penguatan karakter, maka ekstrakurikuler merupakan wadah bagi minat dan bakat siswa, seperti pramuka, paskibra, basket, atau futsal.
“Kalau ekstrakurikuler itu pilihan dan minat anak. Kalau kokurikuler lebih ke karakter, seperti adab, bagaimana mengaji supaya saleh, atau senam agar sehat,” papar Mulyono.
Dengan pemahaman yang tepat, ia berharap pihak sekolah dapat mengoptimalkan penerapan kokurikuler untuk mendukung pengembangan karakter siswa secara utuh sesuai dengan kurikulum yang berlaku.(*)











