MAUK, BANTENEKSPRES.CO.ID – Setelah melalui proses penanganan selama 12 hari, kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, akhirnya berhasil dipadamkan 100 persen. Seluruh titik api maupun kepulan asap dipastikan sudah tidak ada lagi.
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid, Minggu 12 Juli 2026. Menurutnya, area yang terdampak kebakaran mencapai 15,05 hektare dan seluruhnya telah berhasil ditangani berkat kerja sama berbagai pihak.
“Alhamdulillah seluruh titik api sudah berhasil dikendalikan 100 persen. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel yang bekerja tanpa mengenal waktu selama proses penanganan berlangsung,” ujar Maesyal.
Ia mengapresiasi sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, BNPB, BPBD, hingga para relawan yang terlibat dalam upaya pemadaman sejak hari pertama kebakaran.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik menambahkan, proses pendinginan terus dilakukan meski api telah dinyatakan padam. Tim di lapangan masih melakukan pemantauan secara berkala guna memastikan tidak muncul kembali titik panas maupun kepulan asap.
“Alhamdulillah sudah padam berkat kerja sama semua pihak. Saat pendinginan, tim tetap melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan tidak ada lagi titik panas maupun kepulan asap,” katanya.
Taufik menjelaskan, operasi penanganan kebakaran melibatkan sedikitnya 57 unit armada dari berbagai instansi. Armada tersebut terdiri atas 20 unit BPBD Kabupaten Tangerang, satu unit BPBD Provinsi Banten, dua unit BPBD DKI Jakarta, tiga unit BPBD Kota Tangerang, dua unit BPBD Kota Tangerang Selatan, masing-masing satu unit BPBD Kota Serang dan Kota Cilegon, serta 17 mobil tangki air milik swasta dan BUMD.
Selain itu, dikerahkan pula empat kendaraan mobilisasi petugas dan sarana prasarana, dua mobil tangki air dari Dinas Perkim Kabupaten Tangerang, serta empat helikopter water bombing BNPB yang bersiaga di Pangkalan Udara Pondok Cabe.
“Penanganan juga melibatkan unsur BNPB, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Kementerian Kehutanan, DLHK, PLN, PDAM, Dinas Perkim, serta berbagai instansi pendukung lainnya,” ujar Taufik.
Di sisi lain, dampak kebakaran terhadap kesehatan warga juga menjadi perhatian. Hingga hari terakhir penanganan, tercatat sebanyak 349 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Rinciannya, 293 kasus di wilayah kerja Puskesmas Rajeg, 45 kasus di Puskesmas Sukadiri, dan 11 kasus di Puskesmas Mauk. (*)











