Wagub Banten Dimyati Natakusumah Apresiasi Tangsel Otozone, Jadi Ajang Edukasi dan Berburu Diskon

Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah memberikan sambutan pada saat pembukaan pameran otomotif Tangsel Otozone yang digelar melalui kolaborasi Pemkot Tangsel dan Pemprov Banten di Bintaro Jaya Xchange Mall, Kecamatan Pondok Aren. Tri Budi/Bantenekspres.co.id

PONDOK AREN, BANTENEKSPRES.CO.ID – Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah mengapresiasi penyelenggaraan pameran otomotif Tangsel Otozone yang digelar melalui kolaborasi Pemkot Tangsel dan Pemerintah Provinsi Banten.

 

Bacaan Lainnya

Selain menjadi ajang promosi kendaraan, pameran ini dinilai mampu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai industri otomotif sekaligus memperluas akses informasi perpajakan.

 

Tangsel Otozone berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 di Bintaro Jaya Xchange Mall, Kecamatan Pondok Aren. Hadir dalam pembukaan pameran tersebut Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten Rd. Berly Rizki Natakusumah, Kepala Bapenda Kota Tangsel Eki Herdiana dan lainnya.

 

Dalam sambutannya, Dimyati mengatakan, pusat perbelanjaan menjadi lokasi strategis untuk menyelenggarakan pameran otomotif karena merupakan tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai kalangan.

 

Menurutnya, melalui pameran tersebut, masyarakat tidak hanya dapat melihat dan membeli kendaraan, tetapi juga memperoleh informasi mengenai berbagai model, harga, teknologi, serta kelebihan dan kekurangan kendaraan sebelum menentukan pilihan.

 

“Tujuan Tangsel Otozone ini sangat bagus karena bisa memberikan informasi kepada masyarakat. Di mal tidak hanya membeli pakaian dan aksesori, tetapi juga bisa membeli mobil serta mendapatkan informasi terkait perpajakan,” ujarnya, Jumat, 16 Oktober 2026.

 

Dimyati berharap, pameran yang berlangsung selama tiga hari tersebut dapat menarik pengunjung dari berbagai wilayah, tidak hanya dari Tangsel dan Provinsi Banten, tetapi juga Jakarta dan daerah lainnya.

 

Dimyati menilai, kegiatan ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk membandingkan berbagai pilihan kendaraan secara langsung. Terlebih, pada periode tertentu tersedia penawaran harga dan program diskon yang dapat menjadi pertimbangan bagi calon pembeli.

 

“Dengan adanya pameran seperti ini, masyarakat bisa mengetahui, memilih, dan mempertimbangkan kendaraan yang akan dibeli. Manfaatnya besar sekali karena mereka mendapatkan informasi dan pengetahuan secara langsung,” tambahnya.

 

Selain promosi otomotif, Tangsel Otozone juga menjadi sarana sosialisasi kebijakan perpajakan daerah. Masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), pajak kendaraan bermotor, serta layanan pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

 

Dimyati menilai, sosialisasi tersebut penting untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban perpajakan. “Upaya meningkatkan penerimaan daerah perlu didukung kemudahan layanan dan penyampaian informasi yang menjangkau masyarakat secara luas,” jelasnya.

 

Ia juga menyoroti perkembangan kendaraan listrik yang semakin beragam di pasar otomotif. Karena itu, masyarakat diharapkan dapat memahami karakteristik, manfaat, serta kebutuhan infrastruktur pendukung kendaraan sebelum memutuskan untuk membeli.

 

Dalam kesempatan tersebut, Dimyati menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri otomotif, masyarakat, kepolisian, dan media untuk mendukung keberhasilan kegiatan.

 

“Media sangat penting untuk menyosialisasikan. Kalau tanpa media, informasinya tidak sampai ke sasaran. Karena itu, lima unsur ini harus berkolaborasi secara penuh,” tegasnya.

 

Ia mengapresiasi Pemkot Tangsel yang secara rutin menyelenggarakan pameran otomotif setiap tahun. Menurutnya, konsistensi tersebut dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menghadirkan kegiatan promosi sekaligus edukasi bagi masyarakat.

 

Pameran yang dapat dikunjungi secara gratis ini diharapkan mampu memperluas informasi mengenai produk otomotif, mendorong aktivitas ekonomi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku industri.

 

Dimyati berharap, penyelenggaraan Otozone pada tahun-tahun mendatang semakin berkembang dengan melibatkan lebih banyak peserta dan menghadirkan pilihan kendaraan yang lebih beragam, termasuk kendaraan listrik. (*)

 

Reporter : Tri Budi

Pos terkait