SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang resmi menggabungkan tiga sekolah dasar negeri, yakni SDN 4, SDN 8, dan SDN 16 Kota Serang, menjadi satu sekolah dengan nama SD Negeri 4 Kota Serang.
Kebijakan yang mulai berlaku pada tahun ajaran 2026/2027 itu dilakukan untuk mengatasi minimnya jumlah peserta didik sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri, mengatakan rendahnya jumlah siswa menjadi salah satu alasan utama dilaksanakannya merger. Namun, menurutnya, tujuan utama kebijakan tersebut adalah menciptakan layanan pendidikan yang lebih efektif dan berkualitas.
“Iya, salah satunya karena kekurangan siswa. Tetapi tujuan utamanya juga meningkatkan kualitas dan pelayanan pendidikan,” kata Ahmad Nuri.
Nuri menjelaskan, penggabungan tiga sekolah tersebut telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Wali Kota Serang. Saat ini, Dindikbud memastikan seluruh proses transisi berjalan lancar sebelum dimulainya kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru.
Ia menyebut, hasil penggabungan mulai terlihat dari jumlah peserta didik baru. Jika sebelumnya siswa tersebar di tiga sekolah, kini jumlah murid kelas I di SD Negeri 4 Kota Serang mencapai 54 orang.
“Ini saya memastikan bahwa proses merger sekolah berjalan efektif. Dengan dikeluarkannya surat keputusan Pak Wali Kota, proses layanan yang lebih efektif dan efisien sedang kita lakukan. Alhamdulillah, kelas 1 sekarang sudah berjumlah 54 siswa hasil penggabungan dari tiga sekolah. Jadi sangat efektif,” ujarnya.
Selain memastikan administrasi berjalan sesuai ketentuan, Dindikbud juga mengecek kesiapan ruang kelas, fasilitas sekolah, hingga kesiapan tenaga pendidik.
“Kita juga menyiapkan ruang kelasnya. Guru-guru sudah bersiap semua. Mudah-mudahan ini menjadi sekolah yang teduh dan menjadi sekolah favorit bagi masyarakat Benggala dan sekitarnya,” katanya.
Menurut Nuri, kebijakan merger tidak hanya dipengaruhi minimnya jumlah siswa. Penggabungan juga merupakan tindak lanjut atas usulan kepala sekolah sejak 2021, mengingat ketiga sekolah berada dalam satu kawasan sehingga dinilai lebih efektif dikelola dalam satu manajemen.
Selain itu, penggabungan dinilai membuat penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) lebih efisien dan mampu mendukung proses pembelajaran secara maksimal.
“Kalau jumlah siswanya sedikit, penggunaan anggaran BOS juga kurang efektif. Dengan penggabungan ini layanan pendidikan menjadi lebih optimal, termasuk untuk kebutuhan guru honorer dan proses pembelajaran,” jelasnya.
Pasca merger, SD Negeri 4 Kota Serang memiliki total 375 siswa, terdiri atas 54 siswa kelas I, 59 siswa kelas II, 59 siswa kelas III, 70 siswa kelas IV, 69 siswa kelas V, dan 64 siswa kelas VI. Sekolah tersebut juga didukung oleh 26 tenaga pendidik yang terdiri dari 18 guru kelas dan delapan guru mata pelajaran.
Sementara itu, Kepala SDN 8 Kota Serang, Nurjaemah, mengungkapkan usulan merger sebenarnya telah disampaikan sejak 2021. Menurutnya, jumlah peserta didik terus menurun akibat perubahan pemahaman masyarakat terhadap sistem penerimaan siswa berdasarkan domisili, berkurangnya jumlah anak usia sekolah di kawasan Benggala, serta bertambahnya sekolah swasta di wilayah tersebut.
“Awalnya banyak orang tua mengira zonasi berdasarkan sekolah asal ke SMP. Setelah dipahami bahwa zonasi berdasarkan domisili, ditambah penduduk usia sekolah di Benggala semakin sedikit dan banyak berdiri SD swasta, jumlah siswa yang mendaftar ke sini terus menurun,” ujarnya.
Ia menambahkan, usulan tersebut akhirnya mendapat persetujuan pada 2026. Surat Keputusan Wali Kota Serang tentang penggabungan tiga sekolah ditandatangani pada 25 Juni 2026.
“Alhamdulillah Pak Kadis langsung merespons dan memprioritaskan usulan ini. Akhirnya pada 25 Juni 2026 SK merger ditandatangani oleh Bapak Wali Kota Serang,” tuturnya. (*)











