MAUK,BANTENEKSPRES.CO.ID – Sudah hari kedelapan penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid masih ngantor di lokasi kebakaran.
Maesyal mengatakan, penanganan yang dilakukan secara terpadu bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Manggala Agni, Forkopimda, pemerintah provinsi, pemerintah kecamatan, hingga para relawan mulai menunjukkan hasil yang positif.
“Hari ini merupakan hari kedelapan sejak kebakaran terjadi. Setelah satu minggu berjalan, kami melakukan evaluasi untuk melihat sejauh mana upaya-upaya yang telah dilakukan. Alhamdulillah, sebagian besar program yang dijalankan sudah mulai tepat sasaran,” katanya, Rabu 8 Juli 2026.
Ia menjelaskan, titik api yang menjadi prioritas pada hari pertama dan kedua kini telah berhasil dipadamkan. Penentuan prioritas penanganan dilakukan bersama BNPB sehingga upaya pemadaman dapat berjalan lebih efektif.
Menurutnya, kehadiran tim Manggala Agni juga memberikan kontribusi besar dalam percepatan pemadaman. Sejak tiba pada Rabu malam lalu, personel Manggala Agni bekerja tanpa henti di medan yang cukup berat.
“Mereka bekerja pagi, siang, dan malam di lokasi dengan kontur yang naik turun. Kami mengucapkan terima kasih karena beberapa titik api yang sebelumnya masih aktif kini berhasil dipadamkan,” katanya.
Meski demikian, Bupati mengakui angin kencang masih menjadi kendala utama dalam proses pemadaman. Tiupan angin pada siang hingga malam hari membuat bara api berpindah ke titik lain sehingga memunculkan titik api baru.
“Angin membawa bara api maupun material yang terbakar ke lokasi lain sehingga menjadi tantangan bagi kami. Karena itu seluruh unsur terus bekerja secara terpadu agar kebakaran ini segera dapat diatasi,” ujarnya.
Ia mengatakan masih terdapat beberapa titik api di bagian tengah dan puncak tumpukan sampah yang belum dapat dijangkau petugas darat. Untuk mempercepat penanganan, BNPB telah mengerahkan helikopter water bombing yang telah beroperasi selama lima hari terakhir.
“Kami berterima kasih kepada BNPB atas dukungan helikopter untuk penyiraman dari udara. Ini sangat membantu menjangkau lokasi yang sulit diakses,” katanya.(*)
Reporter: Asep Sunaryo










