SPMB SD di Kabupaten Serang: Sekolah Favorit Overload, SD Pinggiran Masih Kekurangan Murid

SPMB SD di Kabupaten Serang: Sekolah Favorit Overload, SD Pinggiran Masih Kekurangan Murid
Kepala Bidang SD pada Dindikbud Kabupaten Serang Abidin Nasyar Surya saat diwawancarai wartawan di gedung Setda Kabupaten Serang. Foto : Agunggumelar/Bantenekspres.co.id

SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Serang menunjukkan fenomena yang kontras. Sejumlah SD negeri favorit mengalami kelebihan pendaftar (overload), sementara sekolah yang berada di wilayah pinggiran masih kekurangan calon murid.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang. Upaya pemetaan dan pemenuhan kuota terus dilakukan agar seluruh sekolah dapat menerima jumlah siswa sesuai daya tampung.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang SD Dindikbud Kabupaten Serang, Abidin Nasyar Surya mengatakan, proses SPMB SD telah berjalan lancar dengan capaian pendaftaran mencapai sekitar 99 persen. Menurutnya, peningkatan jumlah pendaftar menunjukkan bertambahnya usia sekolah di Kabupaten Serang.

“Alhamdulillah sampai saat ini SPMB SD berjalan lancar. Jumlah pendaftar meningkat, artinya usia sekolah di Kabupaten Serang juga bertambah,” kata Abidin, Minggu 5 Juli 2026.

Ia menjelaskan, sekolah-sekolah favorit seperti SDN Cikande 1, SDN Cikande Permai, SDN Cimasuk, serta sejumlah SD di Kecamatan Kramatwatu mengalami lonjakan pendaftar hingga melebihi kuota.

Di sisi lain, sejumlah sekolah di wilayah pinggiran yang lokasinya jauh dari permukiman warga masih sepi peminat. Salah satunya SD Taman Sari di Kecamatan Baros, yang baru memenuhi satu rombongan belajar dari dua kelas yang disiapkan.

“Ini menjadi perhatian kami. Kami sedang mengidentifikasi sekolah yang belum memenuhi kuota agar bisa dicarikan solusi,” ujarnya.

Dindikbud masih menunggu laporan lengkap dari 107 SD negeri di Kabupaten Serang untuk memetakan sekolah yang mengalami kelebihan maupun kekurangan pendaftar.

Abidin menuturkan, masa pendaftaran SPMB masih berlangsung hingga 7 Juli 2026, sehingga pihaknya berharap kuota di sekolah yang masih sepi peminat dapat terpenuhi sebelum penutupan.

Sebagai langkah mengatasi tingginya minat di wilayah Cikande, pemerintah telah membuka SDN Cikande Permai 2. Awalnya sekolah tersebut menyiapkan dua ruang kelas untuk 80 siswa, kemudian ditambah dua kelas lagi sehingga daya tampung mencapai 160 siswa.

“Meskipun sudah ditambah sekolah baru, ternyata masih tetap overload. Kemungkinan nanti akan dilakukan pelimpahan siswa ke sekolah yang kuotanya belum terpenuhi,” katanya.

Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di SDN Inpres Cikeusal. Sekolah yang sebelumnya selalu kekurangan murid akibat ketidakpastian relokasi, kini mengalami peningkatan jumlah pendaftar setelah dilakukan peletakan batu pertama pembangunan sekolah oleh Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah.

“Biasanya SDN Inpres Cikeusal selalu kurang murid karena relokasinya belum jelas. Setelah ada peletakan batu pertama oleh Ibu Bupati, jumlah pendaftarnya meningkat,” ungkap Abidin.

Terkait kemungkinan perpanjangan masa pendaftaran bagi sekolah yang belum memenuhi kuota, Abidin menyebut keputusan tersebut masih akan dievaluasi. Menurutnya, salah satu solusi yang akan ditempuh adalah melakukan pelimpahan siswa dari sekolah yang kelebihan pendaftar ke sekolah yang masih kekurangan murid. (*)

Pos terkait