TIGARAKSA, BANTENEKSPRES.CO.ID – SMPN 1 Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, terus menggencarkan kampanye literasi di lingkungan sekolah sebagai upaya menumbuhkan minat baca dan membangun budaya membaca di kalangan peserta didik.
Kampanye literasi tersebut dilakukan untuk mendorong siswa agar lebih giat membaca buku, baik buku pelajaran maupun buku pengetahuan umum. Melalui kebiasaan membaca, siswa diharapkan dapat memperluas wawasan, menambah pengetahuan, serta meningkatkan kemampuan berpikir dan memahami berbagai informasi.
Kepala SMPN 1 Tigaraksa Asep Jaja mengatakan, bahwa literasi memiliki peran penting dalam menunjang proses pembelajaran. Menurutnya, membaca bukan hanya sebatas kegiatan untuk memperoleh informasi, tetapi juga menjadi salah satu cara bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan meningkatkan daya ingat.
“Budaya membaca harus terus kita tanamkan kepada anak-anak sejak dini. Kami ingin siswa SMPN 1 Tigaraksa memiliki kebiasaan membaca yang baik, karena buku merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan yang sangat penting untuk mendukung keberhasilan mereka dalam belajar,” ujar Asep kepada Bantenekspres.co.id, Rabu 21 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, melalui kegiatan literasi, siswa didorong untuk memanfaatkan waktu dengan kegiatan positif dan produktif. Salah satunya dengan membiasakan diri membaca buku secara rutin, baik di sekolah maupun di rumah.
“Kami terus mengajak seluruh siswa agar jangan malas membaca. Luangkan waktu setiap hari untuk membaca buku, karena semakin banyak pengetahuan yang diperoleh, semakin luas pula wawasan yang dimiliki. Jangan hanya terpaku pada materi yang diberikan guru di kelas, tetapi cobalah membaca buku-buku lain yang dapat menambah pengetahuan,” katanya.
Menurut Asep, kebiasaan membaca juga dapat membantu siswa melatih konsentrasi dan daya ingat. Ketika membaca, siswa berusaha memahami isi bacaan, mengingat informasi penting, serta menghubungkan pengetahuan baru dengan hal-hal yang telah dipelajari sebelumnya.
“Dengan membaca, anak-anak belajar memahami informasi, mengingat hal-hal penting, dan melatih kemampuan berpikir. Jika kebiasaan ini dilakukan secara rutin, mereka akan lebih terbiasa berkonsentrasi dan mengolah informasi. Hal tersebut tentu dapat mendukung kegiatan belajar sehari-hari,” ungkapnya.
Ia menambahkan, manfaat literasi tidak hanya dirasakan ketika siswa mengikuti pembelajaran di sekolah. Kemampuan memahami bacaan juga diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika siswa harus menyerap informasi, menyampaikan pendapat, dan mengambil keputusan secara tepat.
Karena itu, pihak sekolah berupaya menumbuhkan kesadaran bahwa membaca merupakan kebutuhan, bukan sekadar kewajiban untuk menyelesaikan tugas pelajaran.
“Kami berharap anak-anak memahami bahwa membaca itu bukan hanya karena ada tugas dari guru atau karena akan menghadapi ujian. Membaca harus menjadi kebutuhan dan kebiasaan. Dengan begitu, mereka akan terus belajar dan mencari pengetahuan baru meskipun tidak sedang berada di dalam kelas,” jelasnya.
Asep juga mendorong para guru untuk ikut berperan aktif dalam membangun budaya literasi dengan memberikan motivasi kepada siswa serta mengarahkan mereka untuk memanfaatkan bahan bacaan yang tersedia.
“Kami ingin seluruh warga sekolah memiliki semangat yang sama dalam membangun budaya literasi. Guru dapat memberikan contoh dan motivasi, sementara orang tua juga bisa mendukung dengan membiasakan anak membaca di rumah. Jika sekolah dan keluarga berjalan bersama, kami optimistis minat baca siswa dapat terus berkembang,” tuturnya.
Lebih lanjut, Asep berharap kampanye literasi yang terus dilakukan SMPN 1 Tigaraksa mampu membentuk karakter siswa yang gemar belajar, memiliki wawasan luas, serta mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan.
“Kami tidak hanya ingin siswa memperoleh nilai akademik yang baik, tetapi juga memiliki pengetahuan luas, rasa ingin tahu yang tinggi, dan kemampuan memahami berbagai persoalan. Salah satu langkah untuk mencapainya adalah dengan membiasakan membaca sejak sekarang,” pungkasnya. (*)










