SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang menargetkan pembentukan 250 Bank Sampah yang tersebar di seluruh wilayah Kota Serang hingga akhir 2026. Program tersebut menjadi salah satu langkah untuk mengurangi volume sampah sekaligus mendorong masyarakat lebih aktif mengelola sampah dari sumbernya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Farach Richi, mengatakan penyelesaian persoalan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar penanganan sampah dapat berjalan secara optimal.
“Penuntasan persoalan sampah membutuhkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang baik, penanganan sampah bisa dilakukan secara menyeluruh,” kata Farach, Minggu 5 Juli 2026.
Sebagai upaya memperkuat pengelolaan sampah, DLH Kota Serang akan mengoptimalkan keberadaan Bank Sampah. Salah satu langkah yang disiapkan yakni menerapkan sistem akreditasi terhadap seluruh Bank Sampah untuk meningkatkan kualitas pengelolaan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat.
Farach mengungkapkan, jumlah Bank Sampah di Kota Serang terus bertambah. Saat ini telah terbentuk sekitar 114 Bank Sampah, meningkat dibandingkan sebelumnya yang hanya berjumlah 67 unit.
DLH pun menargetkan jumlah tersebut terus bertambah hingga mencapai 250 Bank Sampah yang tersebar di seluruh wilayah Kota Serang pada 2026.
Menurutnya, Bank Sampah memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah. Nantinya, pengelolaan Bank Sampah akan dibedakan berdasarkan jenis sampah, mulai dari sampah organik, anorganik, hingga limbah khusus seperti minyak jelantah.
Selain memperluas jaringan Bank Sampah, DLH juga akan terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang benar.
Farach mengajak masyarakat mulai membiasakan diri memilah sampah, mengolah sampah yang masih memiliki nilai manfaat, membayar iuran kebersihan secara tertib, serta meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
“Melalui peran aktif masyarakat, kami optimistis persoalan sampah di Kota Serang dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan,” ujarnya. (*)











