SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Partai Golkar Banten mulai menyusun draf calon anggota legislatif jauh-jauh hari. Langkah ini sebagai persiapan untuk menghadapi Pileg 2029 mendatang, dengan syarat utama loyalitas terhadap partai.
Ketua DPD Golkar Banten, Andika Hazrumy, mengatakan langkah ini merupakan hasil evaluasi usai kontestasi politik sebelumnya. Baginya, kunci kekuatan Golkar adalah kebersamaan dan kekompakan.
“Kunci evaluasi kemarin dari Partai Golkar adalah bagaimana mempertahankan kebersamaan, kekompakan,” katanya di peringatan HUT ke-62 Partai Golkar, di Taman Makam Pahlawan Ciceri, Kota Serang, Selasa 20 Oktober 2026.
Persiapan dini ini, lanjut Andika, wajib dilakukan karena format pemilu mendatang akan dipisah menjadi tiga tahapan panjang.
“Pemilunya nanti panjang. Pemilu legislatif dipisah, pemilu presiden dipisah, pemilu kepala daerah dipisah. Jadi ada tiga agenda politik,” ujarnya.
Karena itu, ia mengaku sudah mendapat instruksi langsung dari Ketua Umum Golkar untuk segera membuat draf caleg agar tidak dadakan.
“Saya sudah ditugaskan oleh Ketua Umum sudah harus membuat draf. Jadi tidak ada lagi kader yang kaget-kagetan istilahnya. Kita ingin kader-kader yang diusung oleh Partai Golkar di pileg ini kader-kader yang sudah mempunyai loyalitas terhadap Partai Golkar,” tegasnya.
Andika tidak menargetkan muluk-muluk penambahan suara secara drastis. Target realistis saat ini adalah mempertahankan basis suara yang sudah ada.
Ia meminta seluruh kader yang kini duduk di DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota untuk menjaga dan merawat dapilnya masing-masing.
“Bagaimana sekarang suara yang sudah ada, teman-teman yang sudah diberikan amanah menjadi DPR RI atau Dewan Kabupaten, Kota, Provinsi, mereka bisa menjaga basis-basis suara yang selama ini telah dibina. Jadi kita tidak muluk-muluk, tidak minta lebih, yang penting kita bisa mempertahankan,” katanya.
Menurutnya, perolehan suara Pileg nanti juga akan menjadi modal penting bagi Golkar dalam menghadapi Pilkada di 8 kabupaten/kota se-Banten. Basis legislatif yang kuat akan menentukan langkah politik selanjutnya.
Di sisi lain, Andika menegaskan, Golkar sebagai partai pengusung Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka, punya tanggung jawab mengawal program pemerintah pusat hingga ke daerah.
“Kita sebagai partai pengusung dari Bapak Presiden Prabowo. Sudah jelas instruksi Ketua Umum bahwa di seluruh wilayah, di seluruh provinsi, Partai Golkar wajib mengawal pembangunan Pak Presiden dan Pak Gibran,” tutupnya. (*)










