CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Maria Teresa Suardja mendesak pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk menangani dampak ledakan ruko di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, yang terjadi pada Rabu 14 Oktober 2026 malam.
Desakan itu disampaikan setelah Maria mengunjungi dua warga Kelurahan Cipayung yang menjadi korban luka akibat ledakan tersebut, Sabtu 17 Oktober 2026. Dalam kunjungan itu, ia didampingi Camat Ciputat Erwin Gemala Putra dan Lurah Cipayung Dini Nurlianti.
Selain menjenguk korban yang kini telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan di RSU Kota Tangsel, Maria juga meninjau lokasi ledakan dan menemui sejumlah pedagang yang terdampak.
Di lokasi, sejumlah toko dan tempat usaha mengalami kerusakan parah. Kondisi tersebut membuat para pedagang belum bisa kembali menjalankan aktivitas usahanya seperti biasa.
Tak hanya menghadapi kerugian materiil, para pedagang juga mengaku kebingungan mengenai mekanisme pengaduan dan pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan bangunan maupun tempat usaha mereka.
Kondisi bangunan di sekitar lokasi ledakan turut menjadi perhatian. Sejumlah bangunan terlihat miring sehingga dikhawatirkan membahayakan keselamatan warga jika tidak segera diperiksa dan ditangani.
Menanggapi keluhan tersebut, Maria menyatakan akan menghubungi pihak pengelola untuk membicarakan persoalan yang dihadapi para korban dan pedagang. Ia berharap ada kejelasan mengenai penanganan bangunan yang rusak hingga tuntutan ganti rugi.
“Saya berharap ada langkah konkret dari pihak terkait, baik untuk menangani persoalan bangunan yang dinilai membahayakan maupun memberikan kejelasan kepada para pedagang yang terdampak ledakan,” ujarnya, Sabtu 17 Oktober 2026.
Sementara itu, Lurah Cipayung Dini Nurlianti mengatakan, dua warganya mengalami luka akibat insiden tersebut. Keduanya sempat menjalani perawatan di RSU Kota Tangsel sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.
“Alhamdulillah, kondisi kedua warga kami sudah mulai membaik setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit dan sekarang sudah pulang. Kami bersama Pak Camat dan Ibu Maria Teresa datang untuk melihat kondisi mereka sekaligus memberikan dukungan agar keduanya bisa segera pulih,” katanya.
Dini menjelaskan, luka yang dialami kedua korban mayoritas berada di bagian tangan. Bahkan, salah seorang korban harus mendapatkan jahitan akibat luka yang dideritanya.
Ia berharap kondisi kedua warga tersebut terus membaik sehingga dapat kembali beraktivitas seperti sediakala.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan memastikan pemerintah kota mengawal penanganan medis dan pembiayaan perawatan korban ledakan. Hal itu disampaikannya saat menjenguk korban di RSU Kota Tangsel, Kamis 15 Oktober 2026 malam.
Pilar menyampaikan belasungkawa atas insiden yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, salah seorang korban mengalami luka bakar hingga 82 persen sehingga membutuhkan penanganan medis khusus.
“Kami melalui Dinas Kesehatan dan RSU Kota Tangsel mengupayakan rujukan ke rumah sakit yang memiliki fasilitas penanganan luka bakar berat,” ujarnya.
Sejumlah rumah sakit yang menjadi pertimbangan rujukan antara lain RSUP Fatmawati, RSPAD Gatot Soebroto, dan RS Pertamina. Pemindahan pasien akan dilakukan setelah ada kepastian mengenai kesiapan rumah sakit tujuan.
Selain penanganan medis, Pemkot Tangsel juga berkoordinasi untuk memastikan pembiayaan perawatan dapat ditangani melalui skema jaminan kesehatan yang tersedia, sesuai kepesertaan dan ketentuan yang berlaku.
Pilar menegaskan, pemerintah daerah akan terus memantau kondisi para korban dan berkoordinasi dengan rumah sakit agar penanganan medis berjalan sesuai kebutuhan.
Di sisi lain, para pedagang terdampak masih menunggu kepastian mengenai penanganan bangunan yang rusak, keamanan kawasan, serta tanggung jawab atas kerugian usaha yang mereka alami.
Sebelumnya, ledakan dahsyat terjadi di salah satu ruko di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan 11 orang lainnya mengalami luka-luka.
Hingga kini, polisi belum menyimpulkan penyebab pasti ledakan. Pemeriksaan rekaman kamera pengawas (CCTV), keterangan saksi, serta analisis forensik terhadap barang bukti masih dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan untuk mengungkap penyebab insiden tersebut. (*)












