CURUG,BANTENEKSPRES.CO.ID– Pemerintah Desa Curug Wetan, Kecamatan Curug, mengajak seluruh masyarakat untuk membiasakan memilah sampah sejak dari rumah sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya menekan volume sampah yang dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Desa Curug Wetan dalam membangun budaya hidup bersih dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Warga diimbau untuk memisahkan sampah organik dan anorganik sebelum dibuang, sehingga sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat disalurkan ke bank sampah yang tersedia di desa.
Kepala Desa Curug Wetan Muhamad Sobri mengatakan, bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat.
“Kesadaran masyarakat adalah kunci utama dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kami mengajak seluruh warga Desa Curug Wetan untuk mulai memilah sampah dari rumah masing-masing. Langkah sederhana ini memiliki dampak yang sangat besar bagi lingkungan,” ujar Muhamad Sobri kepada Bantenekspres.co.id, Selasa 30 Juni 2026.
Menurutnya, sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik seperti plastik, botol, kertas, dan logam dapat disetorkan ke bank sampah sehingga memiliki nilai ekonomi sekaligus mengurangi jumlah sampah yang berakhir di TPA.
“Kalau sampah sudah dipilah, pengelolaannya akan jauh lebih mudah. Sampah yang masih bernilai bisa dimanfaatkan kembali, sementara sampah yang benar-benar menjadi residu jumlahnya akan semakin sedikit. Ini tentu membantu mengurangi beban TPA,” katanya.
Sobri menjelaskan, kebiasaan memilah sampah juga akan menumbuhkan rasa tanggung jawab masyarakat terhadap kebersihan lingkungan tempat tinggalnya. Dengan lingkungan yang bersih, kualitas hidup masyarakat pun akan semakin baik.
“Kami ingin membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat, yaitu tidak lagi melihat sampah sebagai sesuatu yang harus langsung dibuang, tetapi sebagai sesuatu yang harus dikelola dengan baik. Dengan begitu, lingkungan menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman,” ungkapnya.
Ia juga mengajak warga untuk memanfaatkan keberadaan bank sampah desa sebagai tempat pengumpulan sampah anorganik yang telah dipilah.
“Bank sampah bukan hanya menjadi tempat menabung sampah, tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Kami berharap semakin banyak warga yang memanfaatkannya,” paparnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan, baik ke sungai, saluran air, lahan kosong, maupun di pinggir jalan karena dapat menimbulkan berbagai dampak buruk bagi lingkungan.
“Membuang sampah sembarangan bukan hanya membuat lingkungan terlihat kotor, tetapi juga bisa menyebabkan saluran air tersumbat yang akhirnya memicu banjir saat musim hujan. Selain itu, tumpukan sampah juga menjadi sumber penyakit yang membahayakan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Sobri berharap, gerakan memilah sampah dapat menjadi budaya yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh warga Desa Curug Wetan.
“Kami mengajak seluruh warga untuk saling mengingatkan dan saling peduli. Jangan membuang sampah sembarangan. Mulailah dari rumah masing-masing dengan memilah sampah organik dan anorganik. Jika semua warga melakukan hal yang sama, saya yakin Desa Curug Wetan akan menjadi desa yang bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali.” ungkapnya.
Kata Sobri, keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah desa dan masyarakat.
“Pemerintah desa akan terus memberikan edukasi dan mendukung berbagai program pengelolaan sampah. Namun keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Mari kita jaga lingkungan kita bersama demi masa depan anak cucu kita dan menjadikan Desa Curug Wetan sebagai contoh desa yang peduli terhadap kelestarian lingkungan,” tutupnya. (*)
Reporter: Randy Yastiawan







