TIGARAKSA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Seekor ular King Kobra berukuran besar sepanjang dua meter muncul di kawasan Lapangan Golf Tapos, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.
Keberadaan reptil berbisa di area olahraga terbuka tersebut sempat terekam kamera ponsel hingga viral di media sosial. Meski sempat membuat kepanikan para caddy dan pengunjung, ular tersebut tidak menimbulkan korban luka maupun korban jiwa.
Berdasarkan keterangan petugas keamanan, Abdul Rosid, ular king kobra tersebut pertama kali terlihat saat cuaca di sekitar lapangan golf sedang sangat terik. Ular berbisa itu muncul secara mendadak dan merayap melewati jalur terbuka yang biasa dilalui oleh para pemain.
“Waktu itu cuaca lagi panas-panasnya. Pas saya lagi patroli putar-putar, ular itu tiba-tiba lewat di dekat area tempat makan luar,” ujar Abdul Rosid saat dikonfirmasi di lokasi, Selasa 30 Juni 2026.
Abdul Rosid, yang mengaku sudah bertugas menjaga keamanan di area tersebut selama 20 tahun, mengungkapkan bahwa penemuan ular di kawasan ini bukan pertama kalinya terjadi. Kondisi lingkungan sekitar lapangan yang berbatasan langsung dengan area rimbun membuat reptil liar beberapa kali masuk ke area operasional.
“Kemarin langsung diamanin aja tuh ular, langsung dibawa ke kebon (perkebunan kosong). Dipindahin ke sana supaya jangan diganggu,” tutur Abdul Rosid.
Sebagai langkah antisipasi cepat dari pihak manajemen, petugas keamanan dibantu pengelola langsung mengevakuasi ular besar tersebut. Ular king kobra itu langsung dipindahkan menjauh dari jangkauan aktivitas pengunjung ke kawasan perkebunan kosong yang berada jauh di luar area golf.
Pihak keamanan memastikan tidak ada korban gigitan dalam insiden yang terjadi belakangan ini. Manajemen juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memperketat pengawasan area, mengingat kawasan terbuka hijau rawan menjadi pelintasan satwa liar saat musim panas.
Masyarakat dan para pemain golf diimbau untuk selalu berhati-hati dan segera melapor kepada petugas jika kembali melihat pergerakan satwa serupa di sekitar lapangan.
“Selama saya di sini 20 tahun, yang dipatok sampai meninggal itu tidak ada sih. Dulu pernah ada yang digigit, tapi dibawa ke rumah sakit dan sembuh,” katanya. (*)
Reporter: Dani mukarom







