Disabilitas Dilatih Jadi Barista, Harapkan Bisa Membuka Akses Lapangan Kerja Inklusif

Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja pada Disnakertrans Kabupaten Serang Muhammad Furqon, saat diwawancarai wartawan di ruang kerjanya, Kamis 18 Juni 2026.Foto : Agunggumelar/Bantenekspres.co.id

SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Disnakertrans Kabupaten Serang, menyediakan pelatihan kerja untuk penyandang disabilitas, mereka akan dilatih menjadi pembuat kopi atau barista.

Hasil dari pelatihan untuk penyandang disabilitas ini diharapkan, dapat membuka akses lapangan kerja yang inklusif, dan bisa memberikan mereka kesempatan untuk bekerja langsung di kedai kopi dan sejenisnya.

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja pada Disnakertrans Kabupaten Serang Muhammad Furqon mengatakan, pelatihan kerja bagi disabilitas bekerjasama dengan Persatuan Disabilitas Indonesia (PDI) Kabupaten Serang, mereka yang memilih peserta dari penyandang disabilitasnya.

Jumlahnya ada 16 penyandang disabilitas yang dilatih menjadi barista, yang akan dilaksanakan awal Juli 2026 berlokasi di kantor Disnakertrans Kabupaten Serang.

“Bekerjasama juga dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas atau BBPVP Serang, jadi kita sediakan tempat pelatihannya dan alat-alat pembuatan kopi nya. Sedangkan untuk pelatihnya dari BBPVP Serang,” katanya saat diwawancarai wartawan di ruang kerjanya, Kamis 18 Juni 2026.

Furqon mengatakan, pelatihan ini bisa membekali disabilitas dengan keterampilan dalam meracik kopi, mengoperasikan mesin kopinya, pemilihan biji kopi yang baik, mengaduk kopi, menyajikan ke gelas dengan mengukir bentuk bunga dan lainnya.

Adapun pelaksanaannya akan dilakukan selama empat hari, yang satu harinya hanya 10 jam para peserta melaksanakan pelatihannya.

“Mereka diajarkan teknik-tekniknya mulai dari awal hingga akhir, sampai mereka benar-benar dapat menguasainya, si rasa kopi tidak berkurang ketika dinikmati oleh konsumen,” ujarnya.

Dikatakan Furqon, pelatihan berbasis kompetensi yang akan didorong ke dunia usaha seperti, cafe maupun dunia industri supaya mereka langsung bekerja.

Karena mereka sudah memiliki keterampilan atau skill yang dikuasainya usai pelatihan ini, supaya bisa memudahkan mereka dalam bekerja.

“Kita hanya memberikan skillnya dan didorong ke dunia usaha maupun industri, mudah-mudahan bisa masuk bekerja. Karena memang sekarang ini, dipersyaratkan di dunia usaha atau dunia industri satu persen harus diambil dari disabilitas, bisa jadi barista atau pramusaji kan minimalnya,” ucapnya. (*)

Reporter : Agung Gumelar

Pos terkait