RAJEG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Desa Sukamanah, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, sukses menuntaskan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berupa beras dan minyak goreng kepada 3.218 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Kendati sempat terkendala mepetnya waktu dan data alamat KPM yang kurang lengkap, bantuan tersebut berhasil terdistribusi 100 persen dalam kurun waktu beberapa hari.
Mewakili Kepala Desa Sukamanah Rohadi Kamaludin, Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Desa Sukamanah M Haerun yang akrab disapa Oco menjelaskan, setiap KPM menerima paket bantuan pangan nasional berupa beras seberat 20 kg dan minyak goreng sebanyak 4 liter.
Dari total 3.218 KPM yang terdata, pihak pemerintah desa membagi proses penyerahan bantuan ke dalam beberapa kategori guna memastikan transparansi dan ketepatan sasaran.
Pengambilan normal sesuai data undangan asli sebanyak 2.032 penerima. Diambil oleh anggota keluarga yang berada dalam satu Kartu Keluarga (KK) sebanyak 392 penerima. Diambil melalui kuasa pihak lain yang berbeda KK sebanyak 179 penerima. Pengganti atau Pengalihan dialokasikan kepada 615 penerima manfaat baru.
Di balik suksesnya penyaluran yang mencapai 100 persen, aparat Desa Sukamanah rupanya harus bekerja ekstra keras. Menurut penuturan tim pelaksana lapangan, pemberitahuan dari pihak kecamatan yang disampaikan oleh Kasi Pemas, Bu Dila, baru diterima pada Rabu sore menjelang hari penyaluran di Jumat.
Waktu yang sangat singkat tersebut semakin diperparah dengan kondisi fisik undangan dari Bulog yang masih menyatu (satu lembar HVS berisi empat nama KPM) sehingga harus dipotong manual.
Tantangan terbesar muncul ketika petugas mendapati sekitar 600 data KPM yang tidak dilengkapi dengan alamat rumah maupun keterangan RT/RW.
”Itu kan PR (pekerjaan rumah) buat kita. Kami harus mengecek satu-satu dengan mengetik NIK penerima di aplikasi SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation) yang terintegrasi dengan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Proses itu jelas tidak bisa kelar dalam sehari,” ujar petugas desa dalam sesi evaluasi, baru-baru ini.
Melalui penelusuran digital tersebut, ditemukan sejumlah nama yang tidak kecocokan, warga yang sudah pindah domisili, hingga alamat yang benar-benar tidak jelas.
Sesuai dengan regulasi yang berlaku, data bermasalah tersebut akhirnya dialihkan ke pos Pengganti/Pengalihan kepada warga lain yang dinilai lebih berhak dan memenuhi kriteria.
Meskipun penyaluran bantuan pangan nasional di Desa Sukamanah berjalan lancar berkat kerja keras perangkat desa, pihak pemerintah desa memberikan catatan penting sebagai bahan evaluasi bagi pihak Bulog maupun penyedia data ke depannya.
”Ada dua poin utama yang diharapkan bisa diperbaiki pada masa mendatang yakni, format udangan, diharapkan satu lembar undangan hanya diperuntukkan bagi satu KPM guna mempercepat proses distribusi ke tingkat RT/RW. Lalu, data yang diturunkan dari pusat harus menyertakan alamat lengkap (minimal RT dan RW) agar tidak menghambat petugas di lapangan saat melakukan pengelompokan (clustering),” jelasnya.
Dengan adanya perbaikan sistem data tersebut, diharapkan proses pelaporan administrasi pasca penyaluran bisa berjalan jauh lebih cepat dan meminimalisir potensi keterlambatan di masa yang akan datang. (*)
Reporter: Zakky Adnan











