Kota Tangsel Siapkan 16 Venue dan Gandeng Swasta untuk Sukseskan Porprov VII Banten 2026

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Tangsel Mukroni. Tri Budi/Bantenekspres.co.id

CIPUTAT TIMUR, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemkot Tangsel terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026. Berbagai aspek mulai dari koordinasi antardaerah hingga kesiapan venue pertandingan menjadi fokus utama menjelang pelaksanaan ajang olahraga terbesar di Provinsi Banten tersebut.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Tangsel Mukroni mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan KONI Provinsi Banten serta seluruh kabupaten dan kota peserta untuk memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai rencana.

Bacaan Lainnya

“Pelaksanaan Porprov direncanakan berlangsung pada 15 hingga 27 November 2026. Saat ini proses konsolidasi dan koordinasi terus dilakukan untuk memastikan seluruh persiapan berjalan dengan baik,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Senin, 8 Juni 2026.

Mukroni menambahkan, salah satu fokus utama saat ini adalah kesiapan venue pertandingan yang akan digunakan oleh puluhan cabang olahraga. Pemkot Tangsel telah menginventarisasi sekitar 12 hingga 16 fasilitas olahraga milik pemerintah yang berpotensi menjadi lokasi pertandingan.

Namun, seluruh venue tersebut masih harus melalui proses verifikasi dan penilaian kelayakan oleh tim teknis serta masing-masing cabang olahraga yang akan bertanding.

“Venue milik pemerintah sudah ada sekitar 12 sampai 16 lokasi. Nanti akan dicek lagi apakah layak atau perlu penyesuaian sesuai kebutuhan cabang olahraga,” tambahnya.

Selain memanfaatkan fasilitas milik pemerintah, Pemkot Tangsel juga akan menggandeng pihak swasta untuk memenuhi kebutuhan venue yang belum tersedia. Sejumlah fasilitas olahraga swasta yang selama ini kerap digunakan untuk kejuaraan tingkat regional maupun nasional masuk dalam daftar lokasi yang sedang dipertimbangkan.

“Kalau kebutuhan venue tidak bisa dipenuhi seluruhnya oleh pemerintah, maka akan dilakukan kerja sama dengan pihak swasta melalui mekanisme sewa dan nota kesepahaman,” tuturnya.

Beberapa venue swasta yang berpotensi digunakan antara lain fasilitas olahraga di kawasan STAN untuk cabang basket, lapangan voli di Universitas Terbuka (UT), hingga fasilitas olahraga yang berada di British School.

Mukroni menjelaskan, kerja sama dengan pihak swasta nantinya akan dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang mengatur berbagai aspek penggunaan fasilitas, termasuk kesiapan sarana dan prasarana pendukung pertandingan.

“Kalau menggunakan venue swasta tentu akan ada kesepakatan bersama. Nanti kebutuhan fasilitas yang harus dipenuhi akan diatur dalam MoU sehingga venue benar-benar siap digunakan saat Porprov berlangsung,” jelasnya.

Pria yang juga menjabat Plt. Camat Pamulang inu berharap seluruh proses persiapan, baik dari sisi venue, teknis pertandingan maupun dukungan sarana penunjang lainnya dapat berjalan sesuai target sehingga Kota Tangsel mampu menjadi tuan rumah yang sukses sekaligus memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh kontingen peserta Porprov VII Banten 2026.

“Target kami seluruh persiapan bisa rampung tepat waktu sehingga pelaksanaan Porprov berjalan lancar dan memberikan kesan positif bagi seluruh peserta maupun masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Kota Tangsel Irfan mengatakan, jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan telah ditetapkan sebanyak 60 cabor. Penetapan tersebut telah disampaikan secara resmi oleh KONI Provinsi Banten dan tidak akan mengalami perubahan lagi.

“Jumlah cabang olahraga sudah final sebanyak 60 cabor. Ada penambahan dari sebelumnya 58 menjadi 60 cabang olahraga dan saat ini sudah tidak ada perubahan lagi,” ujarnya.

Irfan menambahkan, tambahan cabang olahraga tersebut di antaranya berasal dari cabang tenis lapangan dan kempo yang telah masuk dalam daftar resmi pertandingan Porprov Banten 2026.

Terkait kesiapan venue pertandingan, panitia bersama KONI dan pemerintah daerah terus melakukan pemetaan dan verifikasi lokasi yang akan digunakan.

“Bidang venue dan mobilisasi terus melakukan visitasi untuk memastikan kesiapan lokasi pertandingan. Pemerintah daerah bersama PB Porprov dan KONI juga sudah melakukan pemetaan venue milik pemerintah maupun swasta,” jelasnya.

Berdasarkan data sementara, dari 60 cabang olahraga yang dipertandingkan, sebanyak 19 cabor akan menggunakan fasilitas milik pemerintah daerah. Sedangkan 41 cabang olahraga lainnya direncanakan memanfaatkan venue milik swasta.

“Mayoritas memang menggunakan fasilitas swasta karena kebutuhan venue yang cukup beragam. Dari 60 cabor, sekitar 19 menggunakan fasilitas pemerintah dan sisanya venue swasta,” jelasnya.

Untuk cabang olahraga tertentu seperti balap motor, panitia masih melakukan pembahasan terkait lokasi pertandingan. Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah pembangunan lintasan grasstrack di kawasan Serpong City Paradise (SCP), Serpong.

“Kami masih berkomunikasi dengan IMI Kota Tangsel terkait venue balap motor. Ada opsi pembangunan lintasan di kawasan SCP, namun keputusan final masih menunggu hasil pembahasan lebih lanjut,” tuturnya.

Sedangkan untuk cabang olahraga layar, pertandingan dipastikan akan dilaksanakan di luar wilayah Kota Tangdrl karena keterbatasan lokasi yang sesuai dengan kebutuhan perlombaan. (*)

 

 

 

Pos terkait