SERPONG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Sebanyak 25 ribu lulusan SD dan MI di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tahun ini harus bersaing memperebutkan sekitar 9 ribu kursi yang tersedia di SMP negeri. Kondisi tersebut membuat sekitar 14 ribu hingga 15 ribu siswa diperkirakan akan melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel, Deden Deni, mengatakan saat ini Tangsel memiliki 24 SMP negeri dengan total daya tampung sekitar 9 ribu siswa.
“Jumlah lulusan SD dan MI tahun ini sekitar 25 ribu siswa, sedangkan kuota SMP negeri hanya sekitar 9 ribu. Sisanya diperkirakan akan terserap ke sekolah swasta,” ujarnya.
Untuk memastikan seluruh siswa tetap memperoleh akses pendidikan, Pemkot Tangsel menyiapkan bantuan biaya pendidikan bagi siswa yang bersekolah di SMP swasta.
“Tahun ajaran 2026 ini ada sekitar 5.000 siswa yang akan menerima bantuan biaya pendidikan sebesar Rp1,8 juta per tahun per siswa,” katanya.
Deden memastikan kesiapan server dan aplikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dalam kondisi aman dan siap digunakan.
“Persiapan server sejauh ini aman. Kalau ada keluhan biasanya karena masyarakat belum memahami sistem yang berlaku,” jelasnya.
Pelaksanaan SPMB SMP Negeri tahap pertama melalui jalur domisili dijadwalkan dimulai pada 22 Juni 2026, sedangkan hari pertama masuk sekolah untuk seluruh jenjang pendidikan berlangsung pada 13 Juli 2026.
Pada SPMB tahun ini terdapat sejumlah perubahan kebijakan. Salah satunya penggunaan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai salah satu komponen penilaian seleksi.
Selain itu, jalur afirmasi kini menggunakan Data Terpadu Sosial Nasional (DTSN) desil 1 hingga 5 sebagai dasar penerimaan. Adapun pembagian kuota SMP negeri terdiri atas jalur afirmasi 30 persen, domisili 40 persen, mutasi 5 persen, prestasi akademik 20 persen, dan prestasi non-akademik 5 persen.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan meminta seluruh proses SPMB berjalan transparan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Kami telah menyiapkan kuota sekitar 10 ribu siswa untuk SMP negeri serta program beasiswa bagi sekitar 5 ribu siswa yang melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta,” ujarnya.
Menurut Pilar, Pemkot Tangsel bekerja sama dengan hampir 100 SMP swasta agar siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri tetap dapat melanjutkan pendidikan.
Setiap tahun, kata dia, sekitar 12 ribu hingga 15 ribu siswa mendaftar ke SMP negeri dari total 25 ribu lulusan SD di Tangsel.
Untuk meningkatkan daya tampung, Pemkot Tangsel menargetkan pembangunan tujuh SMP negeri baru dalam lima tahun ke depan.
“Tahun ini sudah ada dua sekolah yang sedang dibangun dan ke depan akan ditambah beberapa sekolah lagi,” katanya.
Di sisi lain, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel memastikan seluruh infrastruktur digital dan sistem keamanan informasi siap mendukung pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027.
Kepala Diskominfo Tangsel, Tb. Asep Nurdin, mengatakan pihaknya menjadi tulang punggung teknologi yang mendukung sistem milik Dindikbud serta integrasi data dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
Menurutnya, sistem pendaftaran tahun ini dirancang lebih mudah diakses sekaligus aman dari gangguan teknis maupun ancaman siber.
“Teknologi bukan tujuan, melainkan jembatan. Kami ingin memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang adil dan berkualitas,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan akses pada hari pertama pendaftaran, Diskominfo telah meningkatkan kapasitas server dan memperkuat sistem pemantauan secara real time.
“Kami memastikan kapasitas server berjalan optimal, stabil, dan aman dari risiko lonjakan trafik pendaftaran,” katanya.
Asep menambahkan, tata kelola keamanan informasi SPMB 2026 mengacu pada standar internasional ISO 27001, Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (PDP), serta kebijakan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Sejak Mei 2026, Diskominfo bersama Dindikbud telah melakukan serangkaian pengujian, mulai dari User Acceptance Test (UAT) hingga Penetration Testing (Pentest) untuk mendeteksi potensi celah keamanan aplikasi.
“Dengan penguatan server dan sistem keamanan berlapis, kami berharap pelaksanaan SPMB 2026 berjalan lancar, transparan, dan bebas kendala teknis,” pungkasnya. (*)











