Cuaca Terik Melanda Kota Tangsel, BMKG Sebut Banten Masuki Transisi Kemarau

 Warga melintas di kawasan Balai Kota Tangsel saat panas terik matahari. Tri Budi/Bantenekspres.co.id

CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Warga Kota Tangsel dalam beberapa hari terakhir merasakan suhu udara yang cukup panas sejak pagi hingga sore hari. Meskipun di sejumlah wilayah masih terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada waktu tertentu.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II, Hartanto mengatakan, kondisi cuaca panas yang terjadi saat ini merupakan fenomena normal yang terjadi pada masa peralihan menuju musim kemarau.

Bacaan Lainnya

“Saat ini wilayah Banten sedang memasuki masa transisi menuju musim kemarau, di mana angin yang berhembus dominan dipengaruhi oleh Monsun Australia,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Senin, 8 Juni 2026.

Hartanto menambahkan, Monsun Australia membawa massa udara yang relatif kering dan mengandung sedikit uap air. Kondisi tersebut menyebabkan potensi pembentukan awan hujan di sebagian besar wilayah Banten menjadi lebih rendah dibandingkan saat musim penghujan.

Akibatnya, langit cenderung cerah hingga cerah berawan sehingga sinar matahari dapat mencapai permukaan bumi secara langsung tanpa banyak terhalang oleh awan.

“Minimnya tutupan awan membuat radiasi matahari yang diterima permukaan bumi menjadi lebih maksimal. Kondisi inilah yang menyebabkan suhu udara terasa lebih panas pada siang hari,” tambahnya.

Menurutnya, hujan masih berpotensi terjadi karena wilayah Banten saat ini masih berada dalam masa transisi musim. Pada periode peralihan tersebut, pembentukan awan hujan lokal masih dapat terjadi, terutama pada sore hingga malam hari.

Berdasarkan data pengamatan BMKG, suhu maksimum harian di Kota Tangsel pada 7 Juni 2026 tercatat mencapai 35,8 derajat Celsius.

“Kantor Balai Besar MKG Wilayah II mencatat suhu maksimum harian di wilayah Kota Tangsel pada 7 Juni 2026 mencapai 35,8 derajat Celsius,” jelasnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi kesehatan selama cuaca panas berlangsung dengan memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari, serta menggunakan pelindung diri seperti topi atau payung saat beraktivitas di bawah terik matahari.

“Masyarakat juga diingatkan untuk tetap mewaspadai potensi hujan yang masih dapat terjadi secara tiba-tiba pada masa peralihan musim seperti saat ini,” tutupnya. (*)

 

 

 

Pos terkait