SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Pertanian (Distan) melalui Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) mulai melakukan pengawasan hewan kurban yang berada di lapak-lapak di Provinsi Banten.
Pengawasan dilakukan mulai 11 hingga 25 Mei 2026 mendatang. Langkah ini dilakukan untuk memastikan agar hewan kurban aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
Kabid Keswan Kesmavet, Distan Provinsi Banten, Ari Mardiana, mengatakan bahwa pihaknya mulai melakukan pengawasan bersama kabupaten/kota yang ada di Banten. Pengawasan diawali di Kabupaten Lebak dengan menerjunkan dua tim sekaligus.
“Kita sudah mulai pengawasan di Lebak ya, nanti di daerah lain sampai dengan 25 Mei mendatang,” katanya melalui sambungan telepon seluler, Senin 11 Mei 2026.
Ia menjelaskan, masing-masing tim yang diterjunkan akan melakukan peninjauan ke 15 titik lapak, yang berarti dalam satu hari bisa meninjau 30 lapak yang ada di Banten.
Berdasarkan data tahun lalu, ada sektiar 1.825 titik, dengan jumlah hewan berjumlah sekitar 61 ribu. Jumlah tersebut paling banyak didatangkan dari wilayah luar Banten, sementara dari Banten hanya menyumbang 11,9 ribuan.
“Kalau tahun kemarin kan data hewan kurban, yang termasuk sapi, kerbau, kambing, domba itu kan yang dipotong itu 61.690. Nah estimasi tahun ini sih 63.171. Walaupun ketersediaan yang ada di Banten dari total itu cuman, estimasi kami ketersediaannya cuman 11.969. Berarti hanya sekitar 19 persenan yang ada di Banten,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, untuk kambing domba paling banyak didatangkan dari Pulau Jawa, dan Lampung. Sementara sapi berasal dari wilayah timur seperti NTT, NTB, hingga Bali. (*)
Reporter: Syirojul Umam











