Muhammad Syaiful, Dari Mimpi Menjadi Dokter ke Pengabdian 24 Tahun Sebagai ASN

Muhammad Syaiful
Kepala Bagian Umum dan Kepegawaian Sekretariat DPRD Kota Tangsel, Muhammad Syaiful.

SETU, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pagi masih belia ketika Muhammad Syaiful melangkah ringan menyusuri jalan. Setiap hari, selama kurang lebih 30 menit, ia menempuh jarak sekitar tiga kilometer.

Bagi sebagian orang, ini sekadar rutinitas olahraga. Namun, bagi Kepala Bagian Umum dan Kepegawaian DPRD Kota Tangerang Selatan itu, jalan kaki adalah bentuk disiplin hidup.

Bacaan Lainnya

Lahir pada 1980, Syaiful kini berusia 46 tahun. Ia dikenal sebagai sosok sederhana dengan gaya hidup yang terjaga. Bahkan, ia mengaku membiasakan diri tidak mengonsumsi nasi di pagi hari demi menjaga kesehatan. Di balik kebiasaan itu, tersimpan cerita hidup yang penuh liku.

Sejak kecil, Syaiful sebenarnya memendam cita-cita menjadi dokter. Namun, kenyataan berkata lain. Saat berusia tujuh tahun, ia harus kehilangan sosok ayah. Sebagai anak bungsu dari enam bersaudara, ia tumbuh dalam keluarga yang menjunjung tinggi pendidikan.

“Ayah saya seorang PNS. Pernah menjabat di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan ditempatkan di Kabupaten Tangerang,” kata Syaiful, saat berincang dengan Redaktur Pelaksana Bantenekspres.co.id, Endang Sahroni, di sudut Ruang Aspirasi Gedung DPRD Kota Tangsel, Rabu, 6 Mei 2026.

Saudara-saudara Syaiful, banyak yang berkiprah di dunia pendidikan. Mulai dari guru hingga kepala sekolah. Lingkungan inilah yang membentuk karakter Syaiful: tekun, sederhana, dan pantang menyerah.

Selepas SMA, ia sempat mencoba mengejar mimpinya di dunia medis dengan mendaftar ke sejumlah perguruan tinggi swasta, termasuk YARSI. Ia juga sempat menempuh pendidikan di Universitas Lampung, Fakultas Pertanian, jurusan Teknologi Pangan. Namun keterbatasan biaya kembali menjadi penghalang.

Berlabuh di Dunia Penerbangan

Tak ingin menyerah, Syaiful memilih jalur lain. Ia mendaftar ke Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug. Sebuah keputusan yang mengubah arah hidupnya. “Alhamdulillah saya lolos seleksi dan menjadi mahasiswa di STPI,” ujar ayah 4 anak ini.

Kariernya sebagai PNS dimulai pada 2002, setelah lulus dari STPI Curug dan ditugaskan sebagai teknisi listrik di Bandara Nunukan, Kalimantan Barat. Pengalaman ini menjadi pijakan awal dalam dunia kebandarudaraan.

Sehingga, tiga tahun kemudian, ia melanjutkan pengabdian di Dinas Perhubungan (Dishub) Banten, menangani bidang kebandarudaraan.

Perjalanan kariernya terus berkembang. Pada 2012, ia pindah ke Kota Tangerang Selatan dan bertugas di Sekretariat DPRD. Setahun berselang, ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Seksi Sarana Perhubungan. Jabatan demi jabatan dilaluinya dengan penuh dedikasi. Mulai dari Kasi Prasarana Lalu Lintas (2017–2019), Kepala Bidang Angkutan (2019), hingga Kepala Bidang Permukiman pada 2023.

Puncaknya, pada 2024, Syaiful menduduki jabatan eselon III.A sebagai Kepala Bagian Umum dan Kepegawaian DPRD Kota Tangerang Selatan.

Selama 24 tahun mengabdi sebagai PNS, Syaiful telah melewati berbagai medan tugas, dari bandara di wilayah perbatasan hingga pusat pemerintahan daerah. Meski demikian, ia tetap menjaga kesederhanaan hidupnya. Baik sebagai seorang pejabat, maupun sebagai ayah dari empat anak laki-laki.

Bagi Syaiful, jabatan bukanlah tujuan akhir. Ia lebih memaknai pekerjaannya sebagai bentuk pengabdian. Mimpi menjadi dokter mungkin tak tercapai, tetapi semangat untuk memberi manfaat bagi orang banyak tetap hidup dalam setiap langkahnya, termasuk langkah-langkah kecil yang ia tempuh setiap pagi. (*)

Pos terkait