SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – DPRD Kota Serang mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk memperkuat sektor investasi guna mengurangi ketergantungan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Wakil Ketua II DPRD Kota Serang, Muhammad Farhan Azis, mengapresiasi kinerja Pemkot Serang yang berhasil meningkatkan kapasitas fiskal daerah. Ia menyebut, nilai APBD Kota Serang saat ini meningkat dari sekitar Rp1,4 triliun menjadi hampir Rp1,6 triliun. Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga mengalami kenaikan hingga mendekati Rp400 miliar.
Meski demikian, Farhan menegaskan bahwa DPRD akan terus mendorong agar kontribusi PAD dapat ditingkatkan hingga mencapai 30 persen. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap transfer dari pemerintah pusat.
Menurutnya, salah satu sektor yang perlu mendapat perhatian serius adalah investasi. Berdasarkan data Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), realisasi investasi murni di Kota Serang pada 2025 masih berada di kisaran Rp7 hingga Rp10 miliar.
“Angka ini menunjukkan Kota Serang belum cukup menarik bagi investor. Ini harus menjadi perhatian bersama,” katanya, Rabu 6 Mei 2026.
Ia menjelaskan, sebagai kota administratif yang tidak memiliki keunggulan sumber daya alam seperti pertambangan atau pariwisata alam, Kota Serang perlu diarahkan menjadi kota yang ramah investasi. Salah satunya melalui pengembangan kawasan bisnis terpadu dan konsep kota mandiri.
DPRD juga mendorong agar lahan milik Pemkot yang belum dimanfaatkan atau idle dapat dikerjasamakan dengan pihak swasta, baik investor lokal, nasional, maupun internasional. Kerja sama tersebut diharapkan mampu menciptakan aset bernilai ekonomi sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
Selain itu, skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dinilai perlu dioptimalkan dengan memberikan berbagai kemudahan, termasuk insentif pajak bagi investor.
“Dampaknya bukan hanya pada penerimaan langsung pemerintah, tetapi juga dari aktivitas ekonomi turunan seperti transaksi jual beli, sewa-menyewa, serta penyerapan tenaga kerja,” jelasnya.
Farhan menekankan, meningkatkan pendapatan daerah bukan perkara mudah. Karena itu, fokus pada sektor investasi dan dunia usaha menjadi kunci dalam memperkuat kemampuan fiskal daerah.
Dengan meningkatnya kapasitas APBD, diharapkan berbagai persoalan sosial seperti kemiskinan, pengangguran, dan angka putus sekolah dapat ditangani secara bertahap melalui efek berganda ekonomi.
Pihaknya juga mengingatkan agar iklim investasi tetap kondusif. Pemkot Serang diminta memastikan tidak ada hambatan, baik administratif maupun non-administratif, yang dapat mengganggu minat investor.
“Pemerintah harus menjamin proses investasi berjalan transparan dan tanpa biaya tambahan yang tidak semestinya,” tegasnya. (*)










