CIPUTAT,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemkot Tangsel berencana memperluas bangunan dan layanan RSU Serpong Utara guna mengakomodasi tingginya kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, peningkatan kapasitas rumah sakit dilakukan karena pasien yang datang tidak hanya berasal dari Kota Tangsel, tetapi juga dari daerah lain seperti Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Serang hingga Cengkareng, Jakarta Barat.
“Artinya banyak masyarakat yang mengandalkan pelayanan di RSU Serpong Utara, sehingga perlu kita tingkatkan baik dari sisi bangunan maupun pelayanannya,” ujarnya kepada wartawan, Rabu, 6 Mei 2026.
Benyamin menambahkan, sebagai langkah awal Pemkot akan merelokasi SD Pakulonan 2 ke SD Pakulonan 1 dengan sistem penggabungan. Nantinya, bangunan SD Pakulonan 1 akan diperluas untuk menampung kebutuhan tersebut. Lahan eks SD Pakulonan 2 yang memiliki luas sekitar 1.000 meter persegi akan dimanfaatkan untuk pengembangan rumah sakit.
Selain itu, kantor Kelurahan Pakulonan yang saat ini berdiri di lahan seluas kurang lebih 900 meter persegi juga akan dialihfungsikan menjadi bagian dari pengembangan RSU Serpong Utara. Pemerintah telah menyiapkan lahan pengganti seluas sekitar 1.300 meter persegi dari pihak swasta di kawasan Pakulonan untuk relokasi kantor kelurahan.
“Kelurahan akan dipindahkan ke lokasi baru, sementara lahan lama kita manfaatkan untuk perluasan rumah sakit,” tambahnya.
Pengembangan tersebut nantinya akan difokuskan pada penambahan fasilitas pelayanan seperti ruang poli, ruang direksi, serta perluasan area parkir. Dengan penambahan tersebut, kapasitas layanan RSU Serpong Utara diharapkan semakin meningkat.
Saat ini, rencana pengembangan masih dalam tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED) yang ditargetkan rampung tahun ini. Pembangunan fisik direncanakan mulai dilakukan pada 2027 mendatang.
Terkait akses menuju lokasi, Pemkot juga tengah mengkaji penataan jalan di sekitar rumah sakit. Jika diperlukan, akan dibangun akses tambahan seperti jembatan penghubung (bridging) guna mempermudah mobilitas masyarakat.
“Kalau akses jalan tidak memungkinkan, kita siapkan alternatif seperti jembatan penghubung,” jelasnya.
Benyamin menegaskan, pengembangan RSU Serpong Utara tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan tipe rumah sakit, melainkan lebih pada optimalisasi fungsi layanan bagi masyarakat.
“Yang penting fungsi pelayanannya dulu kita maksimalkan. Soal tipe bisa mengikuti nanti,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, ke depan Pemkot Tangsel turut merencanakan pembangunan rumah sakit umum Pondok Aren. Namun rencana tersebut masih terkendala ketersediaan lahan dan saat ini masih dalam tahap kajian awal.
“Untuk Pondok Aren masih kita kaji, terutama soal lahan. Kita minta dibuatkan studi kelayakan terlebih dahulu,” tutupnya. (*)










