SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang akan melakukan penutupan total ruas Jalan BIP-Kidemang mulai 15 Mei 2026 seiring dimulainya pekerjaan konstruksi pembangunan flyover di kawasan tersebut.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, mengatakan kebijakan tersebut dilakukan untuk mendukung pembangunan infrastruktur sekaligus menciptakan sistem transportasi yang lebih lancar dan mengurangi kemacetan di masa mendatang.
“Dalam rangka mewujudkan transportasi Kota Serang yang lebih lancar dan bebas macet di masa depan, ruas Jalan BIP-Kidemang akan ditutup total bagi kendaraan umum mulai 15 Mei 2026,” ujar Budi Rustandi.
Ia meminta masyarakat tidak memaksakan diri melintasi area proyek demi menjaga keselamatan selama proses pembangunan berlangsung. Pemkot Serang juga telah menyiapkan jalur alternatif bagi pengendara.
Menurutnya, masyarakat dapat menggunakan rute Banten Indah Permai (BIP) – Taman Banten Lestari (TBL) melalui Taman Mutiara Indah maupun jalur alternatif lainnya. Jalur tersebut akan disiagakan selama 24 jam dengan pengawasan petugas Dinas Perhubungan dan pihak terkait.
Selain itu, masyarakat diimbau berangkat lebih awal untuk menghindari kepadatan lalu lintas yang diperkirakan terjadi di sekitar area terowongan dan titik temu jalur alternatif.
“Kami sangat menyarankan masyarakat untuk berangkat lebih awal dari biasanya karena penumpukan kendaraan diprediksi terjadi di beberapa titik,” katanya.
Budi juga menitipkan pesan khusus kepada warga yang terdampak langsung agar turut menyebarluaskan informasi penutupan jalan tersebut kepada keluarga, tamu, maupun kerabat yang akan berkunjung ke lingkungan mereka.
Ia mengakui proses pembangunan flyover akan menimbulkan ketidaknyamanan sementara bagi masyarakat. Namun, ia berharap warga dapat bersabar demi terwujudnya infrastruktur Kota Serang yang lebih baik.
“Pembangunan ini mungkin menimbulkan ketidaknyamanan dalam aktivitas sehari-hari. Namun mari kita bersabar sejenak demi infrastruktur Kota Serang yang lebih baik di masa mendatang,” pungkasnya. (*)
Reporter: Aldi Alpian Indra











