Dindik Banten Percepat Relokasi SMAN 15 dan SMAN 16 Kota Tangerang

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Jamaludin.

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) tengah mengoptimalkan penanganan dua SMA Negeri di Kota Tangerang yang mendesak untuk direlokasi, yakni SMAN 15 dan SMAN 16 Kota Tangerang.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Jamaludin, mengungkapkan, untuk SMAN SMAN 15 Kota Tangerang, bangunan sekolah tersebut harus di relokasi lantaran akibat pergeseran tanah dan banjir di wilayah Kecamatan Periuk. Relokasi sekolah tersebut sudah harus dilakukan. Namun, sementara ini pihaknya terkendala lahan pengganti.

Bacaan Lainnya

“Relokasi SMAN 15 Kota Tangerang sudah menjadi harga mati. Sebab, kondisi geografis sekolah saat ini yang langganan banjir serta adanya fenomena penurunan atau pergeseran tanah, lantainya sudah banyak yang amblas. Terlebih bangunan gedungnya sudah terlihat miring,” ungkap Jamal saat ditemui wartawan usai membuka Lomba Talenta Siswa 2026 di Stadion Benteng Reborn, belum lama ini.

“Sekolah itu selalu kebanjiran. Pak Gubernur sudah memerintahkan saya untuk segera mencari tanah baru,” sambungnya.

Rencananya, kata Jamal, lokasi baru sekolah tersebut akan tetap berada di wilayah Kecamatan Periuk. Terkait pembiayaan, ia akan berupaya melakukan pembebasan lahan sesuai dengan ketentuan harga yang berlaku.

“Insyaallah tetap di Periuk. Untuk pelaksanaannya, kami menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran. Jika memungkinkan dan anggarannya ada, kita masih cari lahannya. Kita upayakan tahun ini, atau setidaknya di tahun 2027,” ujarnya.

Selain itu, Jamal juga menyampaikan terkait SMAN 16 Kota Tangerang yang juga akan di relokasi. Sekolah tersebut terkena dampak proyek pembangunan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) di wilayah kecamatan Benda. Pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Hal ini guna memastikan kegiatan belajar mengajar siswa tidak terganggu oleh kendala infrastruktur maupun dampak proyek nasional tersebut.

Jamal menuturkan, pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan pihak Jasa Marga. Ia menegaskan, sesuai arahan Gubernur Banten, proses pemindahan sekolah ini diharapkan menggunakan skema tukar guling (ruislag) yang mencakup pengadaan lahan sekaligus pembangunan gedung baru.

“Saya sudah menghubungi pihak JORR dari Jasa Marga. Saat ini sedang mencari tanah yang siap dipakai, ada sekitar tiga titik. Arahan Pak Gubernur jelas, Jasa Marga yang menyiapkan tanahnya, bahkan beliau minta kalau bisa langsung dibangunkan sekalian. Jadi bukan Provinsi Banten yang membangun,” jelasnya.

Ia menargetkan, kepastian mengenai lokasi lahan baru tersebut sudah menemui titik terang pada akhir tahun ini. “Saya inginnya paling lambat Desember ini sudah ada progres terkait titik tanahnya di mana. Yang jelas, karena ini ruislag, kita minta ada tanah dan ada bangunannya agar lebih aman,” tambahnya.

Jamal berharap, langkah cepat ini dapat memberikan kepastian bagi para siswa, guru, dan orang tua murid di kedua sekolah tersebut agar proses pendidikan dapat berjalan di fasilitas yang lebih representatif dan aman.(*)

Reporter : Abdul Aziz

Pos terkait