Kurangi Jajan, SDN Kereo 8 Ajak Siswa Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan

Kurangi Jajan, SDN Kereo 8 Ajak Siswa Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan
Cireng isi, salah satu jajanan yang ada di area SDN Kereo 8. Foto: Dhuyuf/Bantenekspres.co.id

LARANGAN, BANTENEKSPRES.CO.ID – Kepala Sekolah SDN Kereo 8 mengimbau para siswa untuk mulai mengurangi kebiasaan membeli makanan dan minuman di luar lingkungan sekolah. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga kesehatan sekaligus mengurangi sampah plastik di area sekolah.

Imbauan tersebut juga sejalan dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini berjalan di sekolah. Program tersebut dinilai sudah membantu memenuhi kebutuhan gizi siswa sehingga kebiasaan jajan di luar sekolah tidak lagi menjadi kebutuhan utama.

Bacaan Lainnya

Kepala SDN Kereo 8, Endly Sapta Debby mengatakan, pihak sekolah ingin menanamkan pola hidup sehat sejak dini kepada seluruh peserta didik. Menurutnya, perubahan kebiasaan sederhana seperti mengurangi jajan dapat berdampak besar bagi kesehatan anak.

“Dengan adanya MBG, kami berharap anak-anak tidak lagi terbiasa membeli makanan dan minuman di luar sekolah yang belum tentu terjamin kebersihan dan gizinya,” ujarnya, Minggu 10 Mei 2026.

Ia menjelaskan, kebiasaan jajan di luar sekolah kerap menimbulkan sampah plastik sekali pakai yang sulit dikelola. Jika tidak dikendalikan, kondisi tersebut dapat mengganggu kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekolah.

“Kami ingin lingkungan sekolah tetap bersih dan nyaman. Salah satu caranya dengan mengurangi sampah plastik dari bungkus jajanan yang dibawa masuk ke sekolah,” jelasnya.

Untuk mendukung kebiasaan ramah lingkungan, pihak sekolah terus mengedukasi siswa agar membawa bekal serta menggunakan wadah makan dan minum yang dapat dipakai ulang.

“Kami mengajak siswa membawa tumbler dan tempat makan sendiri. Langkah sederhana ini bisa membantu mengurangi penggunaan plastik sekali pakai,” katanya.

Selain melibatkan siswa, sekolah juga menggandeng guru dan orang tua agar kebiasaan tersebut diterapkan secara konsisten di rumah. Imbauan kepada wali murid rutin disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan sekolah.

“Perubahan kebiasaan tidak bisa dilakukan sendiri oleh sekolah. Kami sangat membutuhkan dukungan orang tua agar pesan ini terus diterapkan di rumah,” tuturnya.

Menurut Endly, kebijakan tersebut bukan hanya bertujuan menjaga kebersihan sekolah, tetapi juga membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab siswa terhadap lingkungan sekitar.

“Kami ingin siswa tumbuh dengan kesadaran bahwa menjaga kesehatan dan lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (*)

Pos terkait