Pemanfaatan IFP di SDN Cipadu 2 Dorong Pembelajaran Lebih Interaktif dan Kreatif

Guru dan siswa-siswi SDN Cipadu 2 saat melaksanakan kegiatan belajar mengajar menggunakan papan interaktif digital. Dhuyuf/bantenekspres.co.id.

LARANGAN, BANTENEKSPRES.CO.ID -Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) di lingkungan SDN Cipadu 2 semakin memperkuat transformasi pembelajaran digital di sekolah dasar. Perangkat teknologi ini kini menjadi bagian penting dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.

Kepala SDN Cipadu 2, Suryani, menjelaskan penggunaan IFP merupakan salah satu langkah sekolah dalam menyesuaikan pembelajaran dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, siswa saat ini membutuhkan metode belajar yang visual, dinamis, dan melibatkan partisipasi aktif.

Bacaan Lainnya

“Pemanfaatan IFP ini menjadi salah satu upaya kami untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Anak-anak sekarang sangat dekat dengan teknologi, sehingga kami perlu menghadirkan media belajar yang sesuai dengan perkembangan zaman,” ujar Suryani, Senin 11 Mei 2026.

Ia menambahkan, penggunaan IFP membuat proses penyampaian materi menjadi lebih jelas dan menarik. Guru dapat menampilkan video, gambar, animasi, hingga latihan interaktif secara langsung di layar.

“Dengan IFP, guru tidak lagi hanya mengandalkan papan tulis biasa. Materi bisa ditampilkan dalam bentuk visual yang lebih hidup, sehingga siswa lebih mudah memahami konsep pelajaran,” katanya.

Menurut Suryani, perubahan ini juga berdampak pada peningkatan motivasi belajar siswa. Anak-anak terlihat lebih antusias dan aktif berpartisipasi selama pembelajaran berlangsung.

“Ketika pembelajaran menggunakan IFP, siswa terlihat lebih fokus, berani bertanya, dan lebih cepat merespons materi yang diberikan. Ini menunjukkan bahwa teknologi mampu meningkatkan keterlibatan mereka di kelas,” jelasnya.

Tidak hanya untuk penyampaian materi, IFP juga dimanfaatkan untuk kegiatan evaluasi dan latihan soal. Guru dapat membuat kuis interaktif yang dapat langsung dikerjakan siswa secara bersama-sama.

“Evaluasi pembelajaran jadi lebih menyenangkan. Anak-anak merasa seperti bermain, padahal mereka sedang mengerjakan soal dan memahami materi,” ungkapnya.

Dikatakan Suryani, selain meningkatkan kualitas pembelajaran siswa, pemanfaatan IFP juga mendorong guru untuk terus berinovasi dalam metode mengajar. Guru dituntut lebih kreatif dalam menyusun materi digital yang menarik.

“Guru menjadi lebih semangat belajar teknologi. Kami saling berbagi pengalaman dan pelatihan agar penggunaan IFP bisa maksimal di setiap kelas,” tuturnya.

Ia berharap ke depan, pemanfaatan teknologi di sekolah dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi siswa. Menurutnya, pembelajaran berbasis teknologi adalah kebutuhan yang tidak bisa dihindari.

“Kami berharap penggunaan IFP dapat terus mendukung terciptanya pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan mampu mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Muhammad Dhuyuf Khuzaimi

Pos terkait