Percasi Kabupaten Tangerang Optimistis Pertahankan Dominasi di Porprov VII Banten 2026

Ketua Percasi Kabupaten Tangerang, Hendra saat diwawancarai

Percasi Kabupaten Tangerang Optimistis Pertahankan Dominasi di Porprov VII Banten 2026

TIGARAKSA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Tangerang kembali menatap ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dengan penuh percaya diri di cabang olahraga catur.

Bacaan Lainnya

Melalui Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi), persiapan terus dimatangkan demi menjaga tradisi juara yang selama ini telah diraih.

Ketua Percasi Kabupaten Tangerang, Hendra menuturkan, seluruh cabang olahraga, termasuk catur, kini sudah dalam tahap kesiapan. Fokus utama saat ini adalah menyaring dan mematangkan atlet terbaik yang akan diturunkan di Porprov mendatang yang dijadwalkan berlangsung di Tangerang Selatan.

“Untuk catur, insyaallah kita optimistis bisa juara. Sekarang tinggal mematangkan persiapan atlet,” ujarnya, Selasa 5 Mei 2026.

Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Kabupaten Tangerang memiliki rekam jejak kuat di dunia catur, mulai dari raihan juara umum di Porprov sebelumnya hingga dominasi di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov). Modal pengalaman itu menjadi fondasi kuat untuk kembali memburu medali emas terbanyak.

Dalam menghadapi Porprov, kata Hendra, Percasi Kabupaten Tangerang menyiapkan sejumlah atlet dengan sistem seleksi ketat berbasis peringkat (ranking). Meski jumlah atlet yang disiapkan cukup banyak, hanya pecatur dengan performa terbaik yang akan memperkuat tim, baik di nomor beregu maupun perorangan, termasuk kategori junior.

“Kalau atlet kita siapkan banyak, tapi nanti dilihat dari ranking terakhir. Dari situ kita tentukan siapa yang turun,” jelasnya.

Tak hanya mengandalkan atlet senior, Percasi Kabupaten Tangerang juga mulai serius membangun regenerasi. Berbagai turnamen seperti Bupati Cup hingga kompetisi kelompok usia rutin digelar untuk menjaring bibit unggul sejak dini, mulai dari usia 7 hingga 15 tahun.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan prestasi. Bahkan, potensi pecatur juga mulai dilirik dari kalangan non-tradisional, seperti pekerja atau buruh yang sebelumnya mengikuti turnamen eksibisi.

“Ada potensi, tapi memang untuk jadi atlet itu harus dibina sejak usia dini. Makanya kita siapkan event-event agar mereka bisa berkembang,” tambahnya.

Dari sisi kualitas, Kabupaten Tangerang juga tak kekurangan talenta. Sejumlah pecatur telah menyandang gelar Master, mulai dari Master Nasional hingga International Master (IM). Meski belum memiliki Grandmaster, capaian ini tetap menjadi kekuatan besar dalam persaingan.

Untuk mengasah kemampuan, para atlet kini menjalani latihan rutin dan serangkaian uji tanding (try out), termasuk mengikuti turnamen berskala nasional di Jakarta sebagai bagian dari evaluasi performa.

“Dengan try out itu kita bisa lihat sejauh mana kesiapan atlet. Jadi saat Porprov nanti, mereka benar-benar siap tanding,” katanya. (*)

Reporter: Dani mukarom

Pos terkait