SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Turnamen Sepak Bola Putri Gapura Cup 2026 yang digelar di Kampung Rahong, Kelurahan Cilayang Guha, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang resmi berakhir sukses, Sabtu 2 Mei 2026.
Meski baru pertama kali diselenggarakan, ajang ini langsung mencuri perhatian dan melampaui ekspektasi. Ribuan warga dari berbagai kecamatan turut memadati lokasi pertandingan, menciptakan suasana meriah sepanjang turnamen berlangsung.
Kegiatan ini juga dihadiri Kapolsek Cikeusal, Iptu Hairus Saleh, yang turut memberikan dukungan terhadap terselenggaranya event olahraga tersebut.
Ketua panitia, Jaed, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran dan tingginya antusiasme masyarakat. Ia menyebut peserta datang dari berbagai wilayah seperti Cikeusal, Petir, Walantaka hingga Pamarayan, dengan kualitas permainan yang mampu menghibur penonton.
“Antusiasmenya luar biasa. Kami tidak menyangka edisi perdana ini langsung mendapat tempat di hati masyarakat. Lapangan selalu penuh, energi penonton dan pemain benar-benar menyatu,” ujarnya.
Keunikan Gapura Cup 2026 juga menjadi salah satu faktor keberhasilan. Selain pertandingan sepak bola putri, panitia turut menghadirkan pertunjukan seni tradisional khas Banten seperti pencak silat dan debus.
“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda, tidak hanya olahraga tetapi juga budaya lokal,” tambahnya.
Konsep ini terbukti efektif, karena penonton tidak hanya disuguhkan pertandingan seru, tetapi juga hiburan budaya yang memperkaya pengalaman mereka. Bahkan, kegiatan ini dinilai menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai kearifan lokal.
Tak hanya berdampak pada sektor olahraga dan budaya, Gapura Cup juga membawa efek positif bagi perekonomian warga. Pelaku UMKM di sekitar lokasi merasakan lonjakan omzet seiring ramainya pengunjung dari luar daerah.
Lapak-lapak pedagang dipadati pembeli, menunjukkan bahwa event olahraga mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan secara nyata.
Dengan berakhirnya turnamen yang berlangsung aman dan kondusif, Gapura Cup 2026 menjadi tonggak awal yang menjanjikan. Panitia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan peserta yang telah menjaga sportivitas dan kebersamaan.
Melihat kesuksesan ini, besar harapan agar Gapura Cup dapat menjadi agenda tahunan. Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini dinilai mampu memperkuat persatuan, melestarikan budaya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Gapura Cup bukan hanya soal mencari juara, tetapi juga bagaimana kita membangun kebersamaan, membuka peluang usaha, dan menghidupkan semangat masyarakat,” tutup Jaed. (*)











