SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang memastikan tengah mengusut dugaan pencemaran di aliran anak sungai kawasan Terminal Pakupatan, Kelurahan Penancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, menyusul keluhan warga terkait bau menyengat yang tercium hampir sepekan terakhir.
Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan penelusuran langsung di lapangan guna mengetahui sumber bau yang diduga berasal dari limbah.
“Saat ini kami dari bidang pengawasan sedang melakukan penelusuran langsung di lapangan untuk mengetahui sumber aliran sungai tersebut,” ujarnya, Selasa 5 Mei 2026.
Menurutnya, penelusuran dilakukan secara menyeluruh mengingat panjangnya aliran sungai yang berpotensi menjadi jalur masuk berbagai sumber pencemaran, baik dari aktivitas perusahaan, rumah tangga, maupun peternakan.
“Jika nantinya ditemukan adanya sumber pencemar, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Selain penelusuran lapangan, DLH juga telah mengambil sampel air sungai untuk diuji di laboratorium. Hasil uji tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan yang tepat.
“Kami masih menunggu hasil uji laboratorium. Setelah hasil tersebut keluar, barulah dapat diketahui parameter apa saja yang melebihi ambang batas,” jelasnya.
Farach menegaskan, penanganan tidak dapat dilakukan secara terburu-buru tanpa dasar yang jelas. Diperlukan analisis mendalam agar langkah yang diambil tepat sasaran.
“Kami tidak bisa langsung melakukan penanganan tanpa dasar yang jelas. Ibarat orang sakit, harus diketahui terlebih dahulu diagnosanya sebelum diberikan penanganan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, persoalan ini menjadi perhatian serius DLH Kota Serang. Setelah hasil uji laboratorium keluar, tim pengendalian akan menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan upaya rehabilitasi lingkungan jika diperlukan.
“Tim pengendalian nantinya akan menentukan langkah penanganan yang tepat, termasuk upaya rehabilitasi jika memang diperlukan,” tandasnya.
Sementara itu, warga di sekitar aliran sungai berharap pemerintah segera memastikan sumber pencemaran dan mengambil tindakan tegas, mengingat bau menyengat tersebut telah mengganggu kenyamanan serta kesehatan masyarakat. (*)
Reporter: Aldi Alpian Indra










