PSSI Tangsel dan Dispora Latih 30 Calon Pelatih, Kebutuhan SSB Masih Tinggi

Ketua PSSI Banten Pilar Saga Ichsan (tengah) didampingi Ketua ASKOT PSSI Kota Tangsel Erlangga Yudha Nugraha foto beraama dengan peserta kursus kepelatihan Lisensi Diploma (D) bagi calon pelatih sepak bola. Tri Budi/Bantenekspres.co.id

CIPUTAT,BANTENEKSPRES.CO.ID – PSSI Kota Tangsel melalui Asosiasi Kota (Askot) bersama Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) menggelar kursus kepelatihan Lisensi Diploma (D) bagi calon pelatih sepak bola.

Kursus tersebut berlangsung di Lapangan Sepak Bola Seruni dan Ruang Seminar Gedung 3A Balai Kota Tangsel pada 27 April hingga 2 Mei 2026, dengan diikuti 30 peserta dari berbagai daerah, mulai dari Kota Tangsel, wilayah Banten, DKI Jakarta, Bandung hingga Kalimantan.

Bacaan Lainnya

Dalam kepelatihan ini panitia menghadirkan coach educator atau instruktur antara lain Kartono Pramdhan (mentor), Nursaelan Santoso (coach edukator) dan Awaludin (coch educator).

Ketua Askot PSSI Tangsel Erlangga Yudha Nugraha mengatakan, kebutuhan pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) di wilayahnya masih cukup tinggi. Hal ini mendorong pihaknya untuk rutin menggelar pelatihan guna mencetak pelatih berkualitas.

“Kalau bicara kebutuhan masih sangat dibutuhkan. Minatnya juga tinggi, bahkan banyak peserta dari luar daerah yang ingin ikut,” ujarnya, Senin, 27 April 2026.

Erlangga menambahkan, informasi pelatihan biasanya menyebar melalui komunitas pelatih SSB dari mulut ke mulut. Jumlah peserta pun dibatasi sekitar 30 orang agar pelatihan berjalan efektif.

Dalam kepengurusannya, kursus lisensi pelatih telah digelar sekitar tiga kali. Sementara tahun ini baru dilaksanakan satu kali karena pihaknya juga fokus pada agenda olahraga lain seperti Popda dan Porprov.

Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan materi mulai dari filosofi sepak bola Indonesia hingga perkembangan sepak bola modern.
“Materinya tentang filosofi sepak bola dan bagaimana pelatih bisa menerapkannya dalam pembinaan, terutama untuk usia dini,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dispora Tangsel Mukroni menilai kegiatan ini menjadi langkah penting dalam mencetak pelatih profesional di tengah keterbatasan sumber daya manusia di bidang tersebut. “Kegiatan ini patut kita syukuri. Tangsel terus berupaya membina pelatih-pelatih kompeten untuk masa depan,” ujarnya.

Mukrobi menambahkan, ke depan data para pelatih akan diintegrasikan dalam sistem database olahraga guna mempermudah pendataan dan kebutuhan tenaga pelatih di berbagai kegiatan. “Dengan adanya database, kita bisa lebih mudah melakukan verifikasi dan menghubungkan pelatih dengan kebutuhan di lapangan,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua PSSI Banten yang juga Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menegaskan, pentingnya lisensi bagi pelatih di era sepak bola modern. “Sekarang tidak bisa lagi pelatih tanpa lisensi. Bahkan di Liga 4, minimal harus punya lisensi D,” ujarnya.

Pilar menjelaskan, sistem kepelatihan bersifat berjenjang mulai dari lisensi D, C, B, A hingga Pro. Meski di Kota Tangsel sudah terdapat puluhan pelatih berlisensi B, jumlah pelatih dengan lisensi tingkat tinggi masih terbatas.

“Lisensi Pro memang masih sedikit karena prosesnya sulit dan biayanya cukup besar. Tapi semua harus dimulai dari lisensi D,” katanya.

Melalui pelatihan ini, diharapkan muncul pelatih-pelatih muda berbakat dari Kota Tangsel yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga integritas dalam membangun sepak bola. “Harapannya, kita bisa mencetak pelatih dan pemain berkualitas dari hasil pembinaan sendiri,” tutupnya. (*)

Reporter : Tri Budi

Pos terkait