SSB OSSC Berdiri Sejak 2016, Cetak Pemain Timnas U-17 hingga Terapkan Program Beasiswa

SSB OSSC Berdiri Sejak 2016, Cetak Pemain Timnas U-17 hingga Terapkan Program Beasiswa
Murid atau pemain OSSC berlatih fisik saat latihan di Lapangan PTPN VIII Cilenggang, Serpong. Tri Budi/ Bantenekspres.co.id

SERPONG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Sekolah Sepak Bola (SSB) Ocean Stars Soccer Club (OSSC) memiliki konsep berbeda dibandingkan SSB lainnya. Selain fokus pada pembinaan teknik dan karakter pemain, SSB tersebut juga menyediakan program beasiswa hingga subsidi bagi anak-anak yang kurang mampu.

OSSB sendiri bermarkas di Lapangan PTPN VIII Cilenggang, Serpong. Pelatih Kepala OSSC Rudy Hermawan Suhartoyo mengatakan, program yang diterapkan dibagi dalam beberapa kategori, mulai dari reguler, subsidi hingga beasiswa penuh bagi pemain yang memiliki kualitas di atas rata-rata.

Bacaan Lainnya

“Kalau di sini ada program beasiswa, ada program subsidi untuk yang kurang mampu, dan ada reguler biasa. Untuk pemain yang kualitas skill dan attitude-nya bagus, itu bisa dapat beasiswa,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID beberapa waktu lalu.

Rudy menambahkan, pemain penerima subsidi tetap membayar kebutuhan tertentu seperti konsumsi saat bertanding, namun biaya SSB digratiskan. Sedangkan penerima beasiswa mendapatkan fasilitas penuh secara gratis.

“Kalau subsidi biasanya iuran SSB-nya gratis, tapi untuk makan saat tanding masih bayar sendiri. Kalau beasiswa itu full, pendaftaran gratis, iuran gratis, tanding juga gratis,” tambahnya.

SSB yang berdiri sejak 2016 dan resmi terdaftar di PSSI Kota Tangsel pada 2018 tersebut kini memiliki sekitar 450 siswa dengan 10 pelatih berlisensi nasional, termasuk pelatih khusus penjaga gawang.

“Pelatih di sini minimal punya lisensi nasional. Ada yang lisensi D, C dan ada juga yang A,” tambahnya.

Dalam proses pembinaan, SSB tersebut lebih menekankan pengembangan pemain jangka panjang dibanding mengejar hasil instan dengan merekrut pemain dari luar daerah.

“Kita coba maksimalkan pemain yang ada dari kecil. Jadi prosesnya memang tidak instan, tapi hasilnya mulai terlihat setelah dua sampai tiga tahun,” ungkapnya.

Latihan dilakukan rutin mulai Selasa hingga Minggu dengan intensitas berbeda sesuai kelompok usia. Selain itu, evaluasi pemain juga dilakukan secara berkala melalui pertandingan dan turnamen.

“Setiap pertandingan selalu ada laporan evaluasi untuk bahan latihan berikutnya,” tuturnya.

Dari sisi prestasi, SSB tersebut telah meraih sejumlah gelar di tingkat Askot hingga nasional. Salah satu pencapaian terbaik yakni juara Suratin U-15 tingkat Provinsi Banten tahun 2023 serta berhasil meloloskan pemain ke Timnas U-17 Indonesia.

“Alhamdulillah ada pemain dari sini bernama Ergun Firlansyah Arif yang masuk Timnas U-17, sekarang lanjut ke U-20,” tutupnya. (*)

Pos terkait