DLH: Indeks Kualitas Udara Kabupaten Lebak Masuk Kategori Baik dan Aman

DLH: Indeks Kualitas Udara Kabupaten Lebak Masuk Kategori Baik dan Aman
Petugas DLH Lebak melakukan pemantauan kualitas udara, belum Lama ini. Foto : DLH Lebak for Bantenekspres.co.id

RANGKASBITUNG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memastikan kualitas udara di wilayahnya berada dalam kondisi baik dan aman bagi masyarakat.

Berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara ambien yang dilakukan pada Maret 2026, indeks kualitas udara Kabupaten Lebak tercatat sebesar 81,33 dan masuk dalam kategori baik.

Bacaan Lainnya

“Hasil perhitungan sementara pada semester I ini menunjukkan nilai 81,33 atau berkategori baik,” ujar Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Lebak, Ayunda Puti Andini, Minggu 19 April 2026.

Ia menjelaskan, pemantauan dilakukan menggunakan metode passive sampler dan metode manual aktif, sesuai dengan standar dan kriteria yang telah ditetapkan.

Pengukuran dilakukan di empat titik yang mewakili kawasan pemukiman, perkantoran, industri, dan transportasi. Adapun parameter yang diuji meliputi SO2, NO2, serta PM2.5.

PM2.5 digunakan untuk mengukur partikel berbahaya seperti debu, asap, dan zat kimia beracun. Sementara NO2 mengukur emisi kendaraan berbahan bakar bensin, dan SO2 mengukur emisi dari industri serta kendaraan diesel berbahan bakar solar.

Menurut Ayunda, pemantauan kualitas udara ambien dilakukan secara rutin dua kali dalam setahun. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pencemaran udara sekaligus melindungi kesehatan masyarakat.

“Pemantauan ini penting untuk mengidentifikasi sumber polusi, mengevaluasi kepatuhan industri, serta mendukung upaya mitigasi perubahan iklim,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DLH Lebak, Iran Suyatufika, menambahkan bahwa kondisi udara yang baik turut dipengaruhi faktor cuaca yang membantu menekan konsentrasi polutan.

Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk berperan aktif menjaga kualitas udara.

“Kami mengajak masyarakat mengurangi emisi kendaraan, menggunakan transportasi umum, melakukan uji emisi secara rutin, serta menanam pohon di lingkungan sekitar,” ujarnya.(*)

Pos terkait