TIGARAKSA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dampak konflik di Timur Tengah mulai terasa hingga ke pedagang kecil di daerah. Kenaikan harga bahan baku plastik membuat pedagang minuman di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, harus memutar otak agar tetap bertahan tanpa membebani pelanggan.
Salah satu pedagang kopi di Tigaraksa, Oji mengaku harga gelas plastik mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. Kenaikan tersebut terjadi pada berbagai ukuran gelas plastik yang biasa ia gunakan untuk menjual kopi dan minuman lainnya.
“Ya, naik. Gelas plastik ukuran 14 sampai 18 naik. Yang tadinya Rp9.000 sampai Rp10.000, sekarang jadi Rp11.000,” kata Oji saat ditemui, Senin 6 April 2026.
Meski demikian, Oji memilih tidak langsung menaikkan harga jual minumannya. Ia mengaku masih mempertahankan harga kopi Rp5.000 per gelas, meskipun sebagian pedagang lain sudah menaikkan harga hingga Rp7.000.
“Yang lain sih sudah ada yang naik Rp7.000. Saya masih goceng, soalnya di sini susah kalau naik,” katanya.
Oji mengatakan, selama stok barang masih tersedia, kenaikan harga belum terlalu menjadi masalah besar. Ia mengaku lebih khawatir jika barang mulai langka di pasaran.
“Kalau naik sih enggak terlalu masalah, yang penting barangnya ada. Yang bikin susah itu kalau barangnya kosong,” jelasnya.
Sejauh ini, kenaikan harga tersebut juga belum memicu protes dari pelanggan. Oji menyebut pembeli masih menerima harga yang ditawarkan pedagang.
“Enggak ada protes. Pembeli minum saja, tanya harga, terus bayar,” katanya.
Oji menuturkan, jika kondisi ini terus berlangsung, bukan tidak mungkin ia akan terpaksa menyesuaikan harga jual. Namun untuk saat ini, ia masih berusaha bertahan demi menjaga pelanggan tetap setia.
“Kalau bisa sih jangan sampai naik. Kasihan pembeli juga,” ucap Oji. (*)











