Momen HUT ke-33 Kota Tangerang, Baznas Bersama Pemkot Salurkan Santunan Sebesar Rp1,3 Miliar

Pemkot Tangerang bersama Baznas salurkan bantuan ribuan paket sembako kepada penerima manfaat.

TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tangerang ke-33, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangerang berkolaborasi bersama Pemkot Tangerang menyalurkan santunan besar-besaran bagi yatim dan dhuafa. Sebanyak 6.600 penerima manfaat mendapatkan bantuan dengan nilai total mencapai Rp1,32 miliar.

Wakil Ketua II BAZNAS Kota Tangerang, Danni Budianto Saragih, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini dilakukan dalam dua tahap melalui rangkaian program yang berbeda.

Bacaan Lainnya

Pada tahap pertama penyaluran bantuan dilakukan melalui program Tangerang Bersedekah yang digelar di Masjid Raya Al Azhom, belum lama ini. Dalam kegiatan tersebut, Baznas menyalurkan 3.300 paket sembako senilai Rp200.000 per paket. Puncaknya, pada momentum gelaran Culinary Day yang berlangsung di Taman Elektrik, Puspemkot Tangerang, pada Sabtu, 28 Februari 2026, Baznas Kota Tangerang kembali menyerahkan santunan kepada 3.300 yatim dan dhuafa lainnya. Kali ini bantuan diberikan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp200.000 per orang.

“Sebelumnya 3.300 paket sembako melalui program Tangerang Bersedekah di Masjid Al Azhom, kemudian pada puncak perayaan HUT Kota Tangerang, pada Sabtu, 28 Februari lalu, santunan kembali diberikan kepada 3.300 penerima manfaat yang berbeda dalam bentuk tunai. Jadi totalnya 6.600 penerima manfaat dengan total nilai sekitar Rp1,3 miliar,” ujar Danni Budianto Saragih saat ditemui.

Selain santunan individu, Baznas dan Pemkot Tangerang juga menjalankan program Tarawih Keliling (Tarling). Dalam program ini, sebanyak 13 masjid di seluruh wilayah Kota Tangerang masing-masing mendapatkan bantuan operasional sebesar Rp20 juta.

Danni berharap, di usia ke-33 tahun Kota Tangerang, kehadiran pemerintah dan Baznas semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Dia juga menekankan, pentingnya kesadaran berzakat, infak, dan sedekah (ZIS). “Kita berharap masyarakat semakin sadar zakat, karena apa pun program Baznas, semuanya akan dikembalikan lagi kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Pada momentum bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah inj, Baznas Kota Tangerang juga telah menetapkan besaran zakat fitrah sebesar Rp47.000 atau setara dengan 2,5 kilogram beras.
Meskipun potensi zakat fitrah di Kota Tangerang mencapai Rp79 miliar, Baznas memasang target realistis sebesar Rp10 miliar dalam bentuk uang tunai pada momentum Ramadan ini.

“Paling tidak targetnya Rp10 miliar dari potensi sebesar Rp79 miliar, bisa terhimpun selama Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 ini. Walaupun potensinya itu Rp79 miliar,” ungkapnya.

Danni mengimbau, masyarakat untuk mulai beralih menunaikan zakat dalam bentuk uang guna memudahkan penyaluran yang lebih fleksibel bagi mustahik.

“Kalau mustahik hanya diberi beras saja, tentu kurang lengkap. Harapan kami ada berasnya, ada juga uang untuk beli lauk-pauknya. Itulah mengapa kami mendorong zakat dalam bentuk uang,” jelasnya.

Dani menyampaikan, pengumpulan zakat kini diperluas melalui jaringan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga tingkat Kelurahan. Hal itu guna memudahkan warga.

“Jadi skemanya, warga menyetorkan zakat melalui RT/RW ke Kelurahan, lalu diteruskan ke UPZ Kecamatan hingga bermuara di BAZNAS untuk disalurkan kembali kepada data mustahik yang telah diverifikasi,” imbuhnya.(*)

Reporter : Abdul Aziz

Pos terkait