SDN Cikasungka IV Tunggu Kepastian Jam Sekolah Selama Ramadan

SDN Cikasungka IV, menunggu jadwal jam sekolah dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang saat bulan Ramadan agar siswa tetap bersemangat ke sekolah. Randy/Bantenekspres.co.id

SOLEAR,BANTENEKSPRES.CO.ID – SDN Cikasungka IV, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, akan segera mengumumkan waktu jam sekolah selama bulan suci Ramadan. Pengaturan jam sekolah ini dilakukan agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan optimal serta mencegah siswa datang terlambat maupun merasa malas saat berangkat ke sekolah.

SDN Cikasungka IV, terus memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik bagi siswa, termasuk selama bulan suci Ramadan, dengan tetap mengedepankan kedisiplinan, semangat belajar, dan pembentukan karakter peserta didik.

Bacaan Lainnya

Kepala SDN Cikasungka IV, Imas Permassari, mengatakan bahwa pihak sekolah saat ini masih menunggu keputusan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang terkait penetapan jam sekolah selama Ramadan. Meski demikian, pihak sekolah telah melakukan persiapan agar nantinya siswa dapat dengan mudah menyesuaikan diri dengan jadwal baru yang akan diterapkan.

Guru dan siswa SDN Cikasungka IV, Kecamatan Solear menyambut bulan Ramadan.

 

“Untuk jam sekolah selama bulan Ramadan, kami masih menunggu keputusan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang. Setelah ada surat edaran dan ketetapan resmi, kami akan segera menyosialisasikan kepada seluruh orang tua siswa dan peserta didik agar tidak terjadi kebingungan,” ujar Imas Permassari saat ditemui di sekolah oleh Bantenekspres.co.id, Senin 9 Febuari 2026.

Ia menjelaskan, penyesuaian jam sekolah selama Ramadan sangat penting dilakukan agar siswa tetap bisa mengikuti pembelajaran dengan baik meskipun sedang menjalankan ibadah puasa. Selain itu, pengaturan jam sekolah juga bertujuan untuk menjaga kedisiplinan siswa agar tetap datang tepat waktu ke sekolah.

“Penyesuaian jam sekolah ini bukan hanya soal mempersingkat waktu belajar, tetapi bagaimana kami tetap menjaga semangat belajar anak-anak. Kami tidak ingin siswa menjadi malas atau justru sering terlambat dengan alasan berpuasa. Justru Ramadan ini kami jadikan momentum untuk menanamkan nilai disiplin dan tanggung jawab,” jelasnya.

Menurut Imas, pihak sekolah juga akan mengingatkan para siswa agar tetap fokus dan bersemangat dalam mengikuti proses belajar mengajar selama bulan Ramadan. Ia menegaskan bahwa berpuasa bukan menjadi alasan untuk menurunkan kualitas belajar.

“Kami selalu mengingatkan kepada anak-anak bahwa puasa bukan penghalang untuk tetap belajar dengan baik. Mereka harus tetap semangat, fokus saat guru menjelaskan pelajaran, dan tetap menjaga sikap di lingkungan sekolah. Ramadan justru menjadi momen yang baik untuk melatih kesabaran, kedisiplinan, dan meningkatkan karakter positif siswa,” tuturnya.

Lebih lanjut, Imas Permassari menambahkan bahwa pihak sekolah akan bekerja sama dengan para guru untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman selama Ramadan, sehingga siswa tetap merasa antusias mengikuti pembelajaran meski dengan kondisi berpuasa.

“Kami bersama para guru akan menyesuaikan metode pembelajaran agar lebih efektif dan menyenangkan. Harapannya, meskipun jam belajar nantinya disesuaikan, kualitas pendidikan tetap terjaga dan tujuan pembelajaran tetap tercapai,” ungkapnya.

Ia juga berharap adanya dukungan dari para orang tua untuk ikut mengawasi dan membimbing anak-anaknya selama bulan Ramadan, khususnya dalam hal kesiapan berangkat sekolah dan menjaga pola istirahat.

“Kami berharap orang tua juga bisa bekerja sama dengan sekolah, memastikan anak-anak tidur cukup, sahur dengan baik, dan berangkat sekolah tepat waktu. Dengan dukungan semua pihak, kami yakin kegiatan belajar mengajar selama Ramadan dapat berjalan lancar,” tutupnya. (*)

Pos terkait