SETU,BANTENEKSPRES.CO.ID – Gudang bahan kimia pestisida di kawasan pergudangan Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota TangeTangsel terbakar pada Senin, 9 Februari 2026.
Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 04.30 WIB, saat aktivitas di gudang sedang tidak berlangsung. Namun hingga pukul 12.30 WIB, api belum berhasil dipadamkan sepenuhnya meski petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangsel telah berjibaku selama sekitar delapan jam.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan pada Damkar Kota Tangsel Omay Komarudin mengatakan, pihaknya telah mengerahkan 14 unit mobil pemadam kebakaran untuk menangani kejadian tersebut.
“Kita telah mengerahkan 14 unit mobil damkar tapi karena yang terbakar bahan-bahan kimia jadi api sulit dipadamkan,” ujarnya kepada wartawan, Senin, 9 Februari 2026.
Omay menambahkan, dalam proses pemadaman pihaknya juga mendapatkan bantuan dua unit mobil damkar dari pengembang BSD City.
Ia mengaku petugas mengalami kendala karena di dalam bangunan gudang banyak tersimpan bahan kimia yang sulit dipadamkan hanya menggunakan air. Oleh sebab itu, petugas mengambil langkah khusus menggunakan pasir sebagai upaya terakhir untuk mengendalikan api.
“Kebakaran akibat bahan kimia ini tidak bisa dipadamkan hanya menggunakan air saja dan harus menggunakan cairan khusus. Tapi karena kita tidak punya maka kita menggunakan pasir untuk mengendalikan api,” tambahnya.
Selain material yang terbakar berupa bahan kimia, kendala lainnya adalah lokasi gudang yang cukup jauh dari sumber air, sehingga menyulitkan proses pemadaman.
Hingga siang hari, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk mencegah munculnya titik api baru.
Kepulan asap tebal disertai bau menyengat juga masih terus berhembus dari lokasi kebakaran. Gudang yang terbakar diketahui milik PT Biotek Sarana Tama. Saat ini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
“Kerugian diperkirakan mencapai Rp2 miliar dan untuk penyebab kebakaran masih diselidiki,” tutupnya. (*)










