RSUD Panunggangan Barat Unggulkan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak

Wali Kota Tangerang, Sachrudin saat memberikan arahan kepada Direktur RSUD Panunggangan Barat, dr Rizki Adiyarti (paling kanan) serta jajarannya, Rabu 4 Februari 2026.

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemkot Tangerang tengah mempercepat persiapan operasional RSUD Panunggangan Barat. Rumah sakit tipe D ini diproyeksikan menjadi garda terdepan dalam menekan angka kematian ibu dan bayi melalui layanan unggulan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

Direktur RSUD Panunggangan Barat, dr Rizki Adiyarti mengungkapkan, bahwa setelah diresmikan nanti, rumah sakit ini akan menjadi muara rujukan bagi puluhan puskesmas yang tersebar di wilayah Kota Tangerang untuk mendapatkan pelayanan medis tingkat lanjut.

Bacaan Lainnya

“RSUD ini akan menjadi rumah sakit rujukan dari puskesmas-puskesmas. Di Kota Tangerang ada 39 puskesmas, dan semuanya boleh merujuk pasien ke sini jika membutuhkan penanganan lebih lanjut,” ujar dr Rizki usai melakukan rapat koordinasi dengan Wali Kota dan jajaran OPD, Rabu, 4 Februari 2026.

Rizki menegaskan, bahwa visi utama RSUD Panunggangan Barat adalah memberikan proteksi maksimal bagi keselamatan ibu dan anak. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu meminimalisir risiko medis saat proses persalinan maupun perawatan bayi baru lahir.

“Fokus utama kami adalah mencapai zero angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Kami hadir untuk menghilangkan atau setidaknya mengurangi risiko tersebut secara signifikan di Kota Tangerang,” paparnya.

Dia menyampaikan, saat ini sudah 35 pegawai yang siap bertugas di tahap awal. Sesuai dengan regulasi PP No. 28 Tahun 2024, rumah sakit ini akan didukung oleh minimal tujuh dokter spesialis yang terdiri dari empat spesialis dasar yakni, Penyakit Dalam, Bedah, Obstetri & Ginekologi (Obgyn), dan Anak. Kemudian tiga spesialis penunjang, yaitu Radiologi, Patologi Klinik, dan Anestesi.

“Untuk tenaga spesialis, saat ini kami sedang menunggu proses mutasi dari daerah lain sebagaimana tadi disampaikan oleh Kepala BKPSDM. Secara bertahap, status rumah sakit ini juga akan diarahkan menjadi BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) agar kami bisa merekrut pegawai secara mandiri sesuai kebutuhan operasional,” jelas Rizki.

Menurut Rizki, secara fisik, gedung RSUD Panunggangan Barat dinilai sudah sangat representatif. Tata ruang untuk poli, ruang rawat inap, ruang operasi, hingga Unit Gawat Darurat (UGD) telah rampung. Hanya saja saat ini masih tahap pemeliharaan terkait finishing.

“Kalau secara gedung sudah bagus ya, sudah tertata. Saat ini yang sedang dalam proses adalah pengadaan alat kesehatan (alkes) oleh Dinas Kesehatan. Kami terus bersinergi agar percepatan ini segera selesai sehingga masyarakat secepat mungkin bisa merasakan manfaatnya,” pungkasnya.(*)

Reporter : Abdul Aziz

Pos terkait