SMPN 3 Cikupa Minta Orangtua Tingkatkan Pengawasan Siswa

SMPN 3 Cikupa Minta Orangtua Tingkatkan Pengawasan Siswa
Orang tua Siswa SMPN 3 Cikupa saat ambil raport terakhir sebelum libur sekolah usai Class meeting dan Sumatif Akhir Semester. Foto Randy/Bantenekspres.co.id

CIKUPA,BANTENEKSPRES.CO.ID – SMPN 3 Cikupa, Kecamatan Cikupa meminta para orangtua siswa untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka guna mencegah terjadinya perilaku yang tidak sesuai dengan norma, aturan sekolah, maupun nilai-nilai moral yang berlaku di masyarakat. Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah preventif untuk menjaga lingkungan pendidikan yang aman, kondusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter siswa.

Pihak sekolah menilai bahwa tantangan yang dihadapi siswa saat ini semakin kompleks, terutama dengan berkembangnya teknologi informasi dan media sosial yang dapat memengaruhi pola pikir serta perilaku remaja. Oleh karena itu, keterlibatan orangtua dinilai menjadi faktor kunci dalam mengawasi pergaulan, aktivitas sehari-hari, serta penggunaan gawai oleh siswa di luar jam sekolah.

Bacaan Lainnya

Kepala SMPN 3 Cikupa Dulhadi mengatakan, bahwa sekolah secara konsisten telah melakukan pembinaan melalui kegiatan belajar mengajar, bimbingan konseling, serta penanaman nilai kedisiplinan dan tanggung jawab. Namun demikian, pengawasan di lingkungan keluarga tetap menjadi fondasi utama dalam membentuk sikap dan karakter siswa.

“Sekolah memiliki keterbatasan dalam mengawasi siswa di luar lingkungan sekolah. Untuk itu, kami berharap orangtua dapat berperan aktif dalam memantau aktivitas anak, termasuk pergaulan dan penggunaan media sosial, agar siswa tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,”  ujarnya kepada Bantenekspres.co.id, Minggu 21 Desember 2025.

Dulhadi menambahkan, bahwa perilaku menyimpang di usia remaja dapat berdampak pada proses belajar serta perkembangan psikologis siswa. Oleh sebab itu, sinergi antara sekolah dan orangtua menjadi hal yang sangat penting dalam menciptakan sistem pengawasan yang berkelanjutan.

“Kami juga terus mengintensifkan kegiatan pembinaan karakter melalui program ekstrakurikuler, kegiatan keagamaan, serta pendekatan persuasif oleh guru dan wali kelas. Upaya tersebut dilakukan untuk memberikan ruang positif bagi siswa dalam menyalurkan minat dan bakat mereka,” paparnya.

Ia menjelaskan, pihak sekolah berharap dengan adanya kerja sama yang baik antara sekolah dan orangtua, potensi terjadinya perilaku negatif di kalangan siswa dapat diminimalkan. Dengan demikian, siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak baik, disiplin, dan bertanggung jawab, serta mampu meraih prestasi akademik maupun nonakademik secara optimal.

“Imbauan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah semata, melainkan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membentuk generasi muda yang berkualitas,” tutupnya. (*)

Pos terkait