CIPOCOK JAYA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Hampir setiap orang mengetahui tentang madu. Cairan yang memiliki rasa manis yang dihasilkan oleh lebah yang berkhasiat sebagai obat alami segala penyakit.
Cairan itu pun banyak dijual oleh pedagang, baik dengan cara ditawarkan dari pintu ke pintu, orang ke orang, atau di suatu tempat, seperti apotek. Mereka sadar jika cairan itu bernilai ekonomis, karena banyak dicari orang yang mencari kesembuhan dari penyakit yang diidapnya atau untuk menjaga daya tahan tubuhnya.
Namun perlu disadari tak semua cairan yang memiliki ciri di atas memiliki khasiat madu. Karena di era sekarang ini tak sedikit oknum pelaku permaduan yang merekayasa sesuatu zat lalu disuguhkan ke konsumen dengan wujud selayaknya madu, padahal itu bukanlah madu murni, asli, atau alami,tapi madu abal-abal, madu palsu, madu oplosan, atau madu sirupan. Akibat tindakan itu warga dirugikan, bukan kesembuhan yang didapat, melainkan penyakit bisa bertambah parah.
Oleh karena itu, agar tidak salah dalam memilih madu, maka perlu diperhatikan kriteria-kriteria sehingga madu tersebut dikatakan sebagai madu murni, asli, atau alami. Disitat dari saluran telegram asy-Syifaau Indonesia pada Selasa, 12 Agustus 2025 pagi, paling tidak ada tiga kriteria madu sehingga madu tersebut berpredikat madu murni, asli, atau alami.
Kriteria pertama, sumber makanan lebah benar-benar berasal dari nektar (sari bunga) atau cairan getah tanaman.
Kriteria kedua, madu tersebut merupakan hasil proses alami dari lebah.
Kriteria ketiga, madu tidak dicampuri dengan bahan-bahan atau zat-zat lain, sehingga warna, bau, dan cita rasanya masih terjaga sebagaimana seperti asalnya.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian madu murni, asli, atau alami adalah cairan kental yang keluar dari perut lebah yang merupakan hasil proses transformasi (perubahan) enzimatis dan proses kimia serta fisik lainnya dari nektar (sari bunga) atau cairan getah tanaman lain yang dihisap lebah yang terjadi di mulut maupun di perut lebah.
Madu yang keluar dari perut lebah itu mempunyai warna dan cita rasa yang berbeda-beda tergantung oleh nektar atau cairan getah tanaman yang dihisap. (*)
Penulis: Sutanto











