SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Sebanyak empat sekolah di Provinsi Banten, masuk dalam 30 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) Unggul Garuda Transformasi 2026 oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Penetapan sekolah unggul ini bertujuan untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, berkarakter kuat, dan memiliki daya saing global.
Diketahui, empat sekolah itu adalah SMA Negeri Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS), SMA Kharisma Bangsa, SMA Labschool Cirendeu, dan Madrasah Aliyah (MA) Ibad Ar Rahman.
Gubernur Banten, Andra Soni, mengaku bersyukur atas ditetapkannya empat sekolah di Provinsi Banten termasuk dalam 30 SMA Unggul Garuda Transformasi 2026 oleh Kemdiktisaintek Republik Indonesia.
“Alhamdulillah, SMA Negeri Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS) yang di bawah naungan Pemerintah Provinsi Banten juga ditetapkan menjadi SMA Garuda,” katanya dalam keterangan, Minggu 14 Juni 2026.
Ia menjelaskan, dengan penetapan tersebut diharapkan anak potensial bisa mengenyam pendidikan di sekolah Unggul Garuda tersebut.
“Kita berharap, anak-anak potensial yang ada di Provinsi Banten bisa bersekolah di sana. Kita akan tingkatkan terus kesempatan anak-anak di Provinsi Banten terutama dari keluarga kurang mampu bisa bersekolah di SMA Garuda,” ujarnya.
Senada Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan, Sekolah Garuda sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Banten.
“Alhamdulillah sudah ditetapkan empat sekolah yang terintegrasi dan menjadi sekolah Garuda. Sekolah unggulan itu menjadi percontohan dan dibantu oleh pusat maupun daerah,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Jamaluddin, mengatakan secara resmi menegaskan Pemprov Banten akan partisipasi aktif dalam agenda strategis nasional melalui program SMA Unggul Garuda Transformasi.
“Langkah besar ini merupakan manifestasi visi Pemerintah Provinsi untuk mengakselerasi transformasi pendidikan di Banten, sekaligus menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi pemimpin masa depan yang kompetitif di kancah global demi menyongsong Indonesia Emas 2045,” katanya.
Menurut Jamaluddin, Program SMA Unggul Garuda Transformasi bukan sekadar inisiatif biasa, melainkan program pengayaan prestisius yang dirancang bagi sekolah dengan rekam jejak akademik unggul.
“Program ini bertujuan menciptakan ekosistem pendidikan berkualitas tinggi yang mampu membimbing putra-putri daerah menembus berbagai perguruan tinggi terbaik dunia,” tegasnya.
Untuk memastikan kualitas kurikulum dan pembinaan, program ini melibatkan Tim Pakar dari institusi pendidikan ternama seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Nama-nama besar seperti Prof. Dr. Awaluddin Tjalla, M.Pd., M.Psi. dan Prof. Dr. Fatimah Arofiati Noor, S.Si., M.Si. turut mengawal pengembangan program ini guna memastikan standar internasional tetap terjaga.
Secara nasional, lanjutnya, pemerintah menargetkan sebanyak 80 sekolah akan bertransformasi menjadi SMA Unggul Garuda dalam kurun waktu lima tahun (2025-2029).
Untuk Provinsi Banten, sebanyak empat satuan pendidikan yang tersebar di Kabupaten Pandeglang dan Kota Tangsel telah ditetapkan, untuk memulai implementasi pada tahun 2026.
Sebagai informasi, SMA Unggul Garuda Transformasi dirancang untuk mendorong perubahan bagi SMA dan MA melalui program-program pengimbasan.
Penetapan dilakukan berdasarkan penilaian potensi akademik sebagai parameter utama, selain pemerataan wilayah untuk membuka akses lebih luas.
Sekolah model ini menghadirkan ekosistem pendidikan yang mendorong lahirnya generasi muda berkarakter, berprestasi, serta siap menghadapi tantangan masa depan melalui penguatan sains dan teknologi.
Penyelenggaraan Sekolah Unggul Garuda berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres) Nomor 116 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sekolah Menengah Atas Unggul Garuda yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada 20 November 2025. SMA Unggul Garuda sebagai komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan penyiapan sumber daya manusia unggul. (*)











