Bedah Rumah Jadi Aspirasi Terbanyak Masuk ke DPRD Kabupaten Tangerang

Bedah Rumah Jadi Aspirasi Terbanyak Masuk ke DPRD Kabupaten Tangerang
Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Amud mengunjungi warga Rajeg Mulya yang menjadi penerima bedah rumah. Foto for Bantenekspres.co.id

RAJEG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Amud mengungkapkan, program bedah rumah masih menjadi salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat kepada anggota DPRD Kabupaten Tangerang.

Ia mengatakan, kondisi rumah warga yang tidak layak huni, bahkan terancam roboh, menjadi perhatian serius yang terus didorong agar mendapat prioritas penanganan dari pemerintah daerah.

Bacaan Lainnya

Politisi Golkar itu mengatakan, berbagai usulan pembangunan rutin diterima dari masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga peningkatan sarana dan prasarana. Namun, menurutnya, kebutuhan bedah rumah menjadi salah satu program yang memiliki tingkat urgensi tinggi karena berkaitan langsung dengan keselamatan warga.

“Setiap waktu kami menerima aspirasi dari masyarakat. Ada yang mengusulkan bedah rumah, infrastruktur, maupun sarana dan prasarana lainnya. Semua usulan kami tampung, kemudian dilihat tingkat urgensinya. Kalau memang mendesak, tentu kami harapkan pemerintah bisa memprioritaskannya,” kata Amud, Minggu 14 Juni 2026.

Ia menjelaskan, kondisi rumah yang sudah tidak layak huni, nyaris roboh, hingga sebagian bangunannya telah ambruk menjadi pertimbangan utama dalam menentukan prioritas bantuan.

Menurut Amud, jumlah usulan bedah rumah yang masuk cukup banyak. Namun keterbatasan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) membuat seluruh kebutuhan tersebut tidak dapat direalisasikan secara bersamaan.

“Walaupun Kabupaten Tangerang merupakan daerah yang besar, pembangunan tidak mungkin dilakukan sekaligus dalam waktu yang sama. Karena itu setiap usulan harus melalui proses kajian untuk melihat mana yang paling mendesak,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh aspirasi masyarakat akan tetap diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan pembangunan yang berlaku, mulai dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa dan kecamatan hingga masuk ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

“DPRD akan terus menampung aspirasi masyarakat. Kami juga meminta masyarakat bersabar karena pemerintah memiliki banyak program pembangunan yang harus diprioritaskan secara bertahap,” katanya.

Salah satu bantuan bedah rumah yang baru-baru ini terealisasi berada di wilayah Rajeg Mulya. Amud mengungkapkan, bantuan tersebut diberikan kepada seorang perempuan lanjut usia berstatus janda yang tinggal di rumah dengan kondisi sangat memprihatinkan.

“Di Rajeg Mulya ada satu unit rumah yang kami dorong untuk mendapatkan bantuan. Pemiliknya seorang ibu yang sudah sepuh dan berstatus janda. Sebagian bangunan rumahnya bahkan sudah roboh, sehingga kami menilai kondisi tersebut memang harus menjadi prioritas untuk dibantu,” ucapnya. (*)

Pos terkait