PANONGAN, BANTENEKSPRES.CO.ID – Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhammad Amud, merespons informasi terkait kenaikan harga obat hingga 20 persen akibat pelemahan nilai tukar rupiah.
Amud mengatakan sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kondisi tersebut dan akan melakukan pengecekan lebih lanjut kepada Dinas Kesehatan.
“Saya akan cek dulu ke Dinas Kesehatan karena sampai saat ini belum mendapat laporan maupun informasi terkait kenaikan harga obat tersebut,” ujar Amud, Minggu 14 Juni 2026.
Ia mengatakan, perlu memastikan kondisi yang sebenarnya di lapangan agar masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan maupun akses terhadap obat-obatan, terutama di fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah.
Amud mengatakan, berdasarkan informasi yang sebelumnya disampaikan pemerintah daerah dan pihak rumah sakit, stok obat untuk kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Tangerang masih dalam kondisi aman.
“Saya yakin karena sebelumnya pemerintah dan pihak RSUD sudah menyampaikan bahwa kebutuhan obat untuk wilayah Kabupaten Tangerang terjamin dan stoknya aman untuk tahun 2026,” katanya.
Meski demikian, DPRD tetap akan melakukan pengawasan terhadap perkembangan harga maupun ketersediaan obat di fasilitas kesehatan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak terganggu akibat gejolak ekonomi maupun faktor lainnya.
“Kami akan terus melakukan monitoring dan evaluasi. Nanti kami juga akan mengecek kesiapan serta kelengkapan obat-obatan di rumah sakit umum daerah,” ucapnya. (*)











