SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Setelah sebelumnya melakukan penertiban di area Blok M Pasar Induk Rau, Pemerintah Kota Serang kembali melanjutkan penataan kawasan dengan menyasar Terminal Cangkring Pasar Rau. Mulai besok, puluhan pedagang yang masih beraktivitas di area tersebut akan dilakukan pembongkaran oleh pemerintah daerah.
Ketua Satgas Percepatan Pembangunan dan Investasi Kota Serang, Wahyu Nurjamil, mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan kesempatan kepada para pedagang untuk membongkar lapak mereka secara mandiri.
“Permintaan pedagang yang pertama, mereka diizinkan untuk dilakukan pembongkaran secara sendiri, mandiri. Kami perbolehkan, mereka diberikan waktu satu hari melakukan pembongkaran mandiri,” ujarnya kepada wartawan, Jumat 8 Agustus 2025.
Namun, jika sampai batas waktu yang ditentukan masih terdapat pedagang yang bertahan, maka pembongkaran akan dilakukan langsung oleh petugas dari Pemerintah Kota Serang.
“Kalau besok mereka tetap ada di situ, maka itu akan dilakukan pembongkaran oleh pemerintah daerah Kota Serang,” tegas Wahyu.
Selain meminta waktu pembongkaran mandiri, para pedagang juga menyampaikan keinginan untuk tetap berjualan di lantai dasar pasar, bukan di lantai satu sebagaimana yang telah disediakan pihak pengelola. Menanggapi hal ini, Satgas sudah memanggil pihak pengelola pasar, PT Pesona.
“Kami sudah panggil PT Pesona agar diatur tempatnya. Saling berbagi supaya mereka semua kebagian. Toh ini cuma lima bulan ke depan saja. Supaya mereka tetap bisa bergerak ekonominya,” jelasnya.
Diperkirakan ada sekitar 30 hingga 35 pedagang yang saat ini masih bertahan di area Terminal Cangkring. Mereka berasal dari berbagai jenis usaha kecil seperti penjual sayuran, tahu, bumbu dapur, hingga kios kering yang menjajakan jahe, bawang, dan kebutuhan pokok lainnya.
Wahyu mengungkapkan bahwa para pedagang menolak untuk pindah ke lantai atas karena alasan kenyamanan berjualan dan khawatir kehilangan pelanggan. Meski demikian, pihaknya berupaya mencarikan solusi dengan meminta pengelola pasar untuk memberikan sedikit kelonggaran dalam penataan tempat.
“Ya, mereka menolak untuk pindah ke atas. Tapi kami ada jalan tengahnya supaya PT Pesona memberikan tempat. Saling geser sedikit-sedikit supaya mereka tetap bisa berjualan,” terangnya.
Pembongkaran yang direncanakan besok, lanjut Wahyu, merupakan hasil kesepakatan bersama antara pemerintah dan pedagang. Bagi pedagang yang tidak sanggup melakukan pembongkaran sendiri, pemerintah siap memberikan bantuan.
“Tadi kita sudah sepakat dengan para pedagang bahwa besok akan dilakukan pembongkaran oleh kita. Kalau yang enggak sanggup bongkar sendiri, kita bantu pembongkarannya,” pungkasnya.(*)










