Ia juga juga menyampaikan bahwa sebagian besar warga yang melakukan protes belum siap atau belum mau menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah swasta. Hal ini, menurutnya, menjadi salah satu alasan mengapa tekanan kepada sekolah begitu besar.
“Sekolah swasta mungkin mereka belum kepikir. Jadi semua rata-rata menyampaikan bahwa anak saya marah, nangis, enggak mau sekolah lain selain di SMP 12. Rata-rata alasannya seperti itu,” pungkasnya. (ald)











