Hal ini, menurutnya, semakin memperkuat dugaan warga bahwa sistem penerimaan siswa baru tidak berjalan transparan dan tidak berpihak pada masyarakat sekitar.
“Dari SD Pancur ada 19 anak yang tidak keterima, Untuk Karang Asem sendiri ada sekitar 10 sampai 12 gitu anak,” katanya.
Ridho menegaskan bahwa warga menuntut kepastian dari pihak sekolah agar anak-anak mereka bisa diterima dan bersekolah di SMPN 12 Kota Serang. Ia menambahkan, apabila tuntutan tersebut tidak direspons atau tidak ada solusi yang diberikan, warga siap untuk melakukan aksi bahkan mempertimbangkan untuk menyegel sekolah sebagai bentuk protes agar pihak sekolah memahami keseriusan mereka.
“Kami ingin kepastian, dan meminta supaya anak-anak kita bisa sekolah di sini, dan apabila permintaan kami tidak digubris atau tidak ada solusi kita akan bertahan bahkan kalau perlu sekolah ini kita segel agar sekolah mengerti dan paham,” tegasnya.











