SERANG — Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMPN 12 Kota Serang memicu gelombang protes dari warga sekitar. Ratusan warga yang berasal dari Kampung Karang Asem, Kelurahan Pancur, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, mendatangi sekolah tersebut pada Senin (30/6) pagi.
Mereka menilai proses seleksi jalur domisili tidak transparan, merugikan warga lokal, dan mencurigai adanya permainan dalam sistem penerimaan siswa baru. Warga menuntut agar anak-anak mereka yang tinggal hanya beberapa ratus meter dari sekolah dapat diterima tanpa harus tersingkir oleh peserta dari luar domisili.
Aksi ini menjadi sorotan karena mencerminkan kekecewaan masyarakat terhadap sistem penerimaan yang dinilai tidak berpihak pada penduduk setempat.
Aksi protes tersebut diikuti oleh warga dari empat wilayah, yakni Desa Pancur, Desa Sepring, Desa Karang Asem, dan Desa Kuranji, yang seluruhnya berada di sekitar lingkungan SMPN 12 Kota Serang.











