Karena itu, perencanaan dan prioritas anggaran menjadi faktor penting dalam mendorong keberlanjutan program ini.
“Artinya Pemkot juga harus berhitung. Kalau kita misalkan mau membiayai premi untuk sekian orang harus dikalikan berapa dan kemampuan kita berapa,” tuturnya.
Poppy mengungkapkan bahwa dalam perubahan anggaran tahun ini, Pemkot Serang berencana mulai mengalokasikan anggaran untuk mengikutsertakan beberapa kelompok pekerja yang selama ini menerima honor dari pemkot. Skemanya, sebagian dari honor tersebut akan disisihkan untuk membayar premi BPJS Ketenagakerjaan, sehingga mereka dapat memperoleh perlindungan jaminan sosial secara bertahap.
“Nanti kita fokuskan, seperti kader posyandu, tadi yang saya sebutkan, guru ngaji, marbot, pemandi jenazah, ojol, dan lain-lain,” ujarnya.
Saat ini pihaknya tengah mengupayakan pendataan secara rinci terhadap calon penerima bantuan iuran, khususnya pekerja rentan.











