“Untuk lahan sarana penunjang estimasi luas lahan yang dibutuhkan sekitar 2,2 hektare,” sebutnya. Dia menyebut, pembangunan gedung tujuh lantai dengan luas bangunan 48 X 24 meter persegi di dalamnya terdapat fasilitas 120 unit kamar dengan kapasitas tempat tidur sebanyak 420 orang.
“Di dalam gedung tujuh lantai itu nantinya juga ada aula dengan kapasitas 500 orang, dapur umum, dan area manasik haji,” paparnya.
Menurutnya, tahun 2025 ini merupakan batas akhir proses pembangunan gedung. Selain itu, beberapa kebutuhan penunjang yang akan dilengkapi.
“Kalau proses pembangunan secara keseluruhan sudah selesai dilakukan, maka Kementerian Agama bersama Pemprov Banten sudah dapat berkonsentrasi pada pelayanan jamaah haji. Insya Allah asrama haji ini akan menjadi Embarkasi bagi jamaah asal provinsi Banten pada 2026,” kata Nanang.
Dia menambahkan, saat ini telah berdiri tiga gedung bangunan asrama. Jemaah haji asal Provinsi Banten ke depan tidak perlu jauh-jauh ke Embarkasi Pondok Gede, Jakarta Timur.











