“Kalau secara penampakan kemarin ada yang basah, ada yang kegores, diantaranya ada iPad, iMac, ada beberapa komputer, ada laptop, beberapa kamera kemudian TV, LCD juga ada. Mungkin total bisa 100-an lebih ya untuk peralatannya,” kata Adit saat ditemui di ponpes, Sabtu (12/4).
Kendati demikan, ia menjelaskan sebelum kejadian runtuhnya TPT tersebut, sering terjadi banjir di area TPT dan menyebabkan gangguan dalam kegiatan belajar mengajar (KBM).
“Sebenarnya kan, karena kan dari itu kan saluran pembuangannya dari Perumahan Fulvian. Tapi dari sana langsung airnya keluar. Ya, jadi langsung air pembuangan dari sana langsung mengalir ke sini,” katanya.
Pihaknya mengaku sudah ada komunikasi dengan perwakilan Perumahan Fulvian Residence. Namun belum ada komunikasi lebih lanjut mengenai kejadian tersebut.
“Perwakilan mereka kooperatif datang untuk berbicara langsung ke Pak Kyai. Meskipun memang untuk pertanyaan jawaban seperti apa memang belum clear,” katanya.











